Internasional

Enam Bulan Mewabah, Kasus Corona Global Dekati 8 Juta

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
15 June 2020 08:10
In this Wednesday, June 10, 2020 photo, a health worker transfers sample of a person from a swab test for COVID 19 in New Delhi, India. Two and a half months of nationwide lockdown kept numbers of infections relatively low in India. But with restrictions easing in recent weeks, cases have shot up, raising questions about whether authorities have done enough to avert catastrophe. Half of Delhi’s 8,200 hospital beds dedicated to COVID-19 patients are already full and officials are projecting more than half a million cases in the city alone by July 31. (AP Photo/Manish Swarup)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wabah virus corona (COVID-19) yang mematikan terus menyebar ke berbagai penjuru dunia dan menginfeksi orang-orang. Sejak ditemukan di Wuhan, China pada Desember, per Senin (15/6/2020) ini sudah ada hampir delapan juta orang yang dikonfirmasi positif terinfeksi virus yang belum ditemukan vaksin maupun obatnya itu.

Menurut Worldometers, per Senin pukul 07:00 WIB, sudah ada 7.982.366 orang yang terinfeksi COVID-19. Dari total itu, 435.166 orang meninggal dunia dan 4.103.890 orang sembuh.

Sementara itu, total kasus aktif saat ini ada sebanyak 3.443.310 kasus di mana 3.389.198 (98%) orang sakit dalam kondisi ringan dan 54.112 (2%) dalam kondisi serius atau kritis.


Dari total hampir delapan juta kasus global, sebanyak 2.161.598 kasus ada di Amerika Serikat (AS). Ini menjadikan negara yang dipimpin Donald Trump ini sebagai negara dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia. Angka kematian akibat COVID-19 di AS juga merupakan yang tertinggi di dunia, yaitu mencapai 117.853 kematian.

Di sisi lain, China yang menjadi awal wabah hanya melaporkan 83.132 kasus hingga saat ini, dengan 4.634 kematian dan 78.369 sembuh. Dengan jumlah kasus itu, China menjadi negara ke-19 yang memiliki kasus COVID-19 terbanyak di dunia saat ini.

Namun demikian, negara yang dipimpin Xi Jinping tersebut telah kembali melaporkan kasus infeksi setelah sekitar dua bulan terakhir tidak melaporkan adanya kasus baru sama sekali.

Bahkan setelah melaporkan kasus baru baru pada Jumat dan Sabtu lalu, pemerintah China kembali mengunci (lockdown) sebagian kotanya pada Sabtu untuk menekan penyebaran wabah. Beijing mengunci 11 area di ibu kota negara itu.

Kluster baru yang muncul di Beijing melibatkan sebuah pasar Induk bernama Xinfadi. Ada 36 kasus dari 50-han kasus baru yang didata pada Minggu terkait pasar ini.

Sebelumnya pada Januari pemerintah China telah menutup sebagian besar kota-kotanya akibat wabah. Kota yang ditutup saat itu termasuk Wuhan.

Berikut adalah 10 negara yang memiliki kasus COVID-19 terbanyak saat ini.

1. AS 2.161.598 kasus, 117.853 meninggal, 867.723 sembuh.

2. Brasil 867.882 kasus, 43.389 meninggal, 437.512 sembuh.

3. Rusia 528.964 kasus, 6.948 meninggal, 280.050 sembuh.

4. India 333.008 kasus, 9,520 meninggal, 169.689 sembuh.

5. UK 295.889 kasus, 41.698 meninggal, tidak ada data sembuh.

6. Spanyol 291.008 kasus, 27.136 meninggal, tidak ada data sembuh.

7. Italia 236.989 kasus, 34.345 meninggal, 176.370 sembuh.

8. Peru 229.736 kasus, 6.688 meninggal, 115.579 sembuh.

9. Jerman 187.671 kasus, 8.870 meninggal, 172.200 sembuh.

10. Iran 187.427 kasus, 8.837 meninggal, 148.674 sembuh.


[Gambas:Video CNBC]

(res)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading