Tarik Perusahaan AS dari China ke Brebes, Ini Langkah RI

News - Sandi Ferry, CNBC Indonesia
12 May 2020 09:18
Presiden Joko Widodo tinjau pabrik perakitan Isuzu Traga di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur pada Kamis, 12 Desember 2019. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah sudah ancang-ancang menyambut relokasi sejumlah pabrik Amerika Serikat (AS) yang berencana pindah dari China ke Tanah Air.

Kawasan Industri Brebes (KIB), Jawa Tengah, dengan luas hampir 4.000 hektare (ha) sudah disiapkan demi memfasilitasi relokasi besar-besaran ini. Juru Bicara Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi menyebut sudah ada pembebasan lahan.

"Proses pembebasan lahannya secara bertahap. tentu proses pembebasan tersebut disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu UU Nomor 2 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi pembangunan untuk Kepentingan Umum," katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (12/5).

Jodi mengungkapkan KIB adalah salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum dalam Perpres 79/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal - Semarang - Salatiga - Demak - Grobongan, Kawasan Purworejo - Wonosobo - Magelang - Temanggung, dan Kawasan Brebes - Tegal - Pemalang. PSN ini akan dikelola oleh salah satu BUMN, yakni PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) atau PT KIW.


"Untuk saat ini pembagian penugasan pemerintah pusat dan pemerintah daerah terlibat dalam proyek tersebut melalui penyertaan modal pusat dan daerah, di mana porsi [pemilik saham KIW] saat ini 51,09% untuk pemerintah pusat, 40,39% Provinsi Jateng, dan 8,52% untuk Kabupaten Cilacap," katanya.

"Pembagian [saham] tersebut diharapkan akan memberikan dampak tidak hanya untuk pemerintah pusat namun juga pemerintah daerah," paparnya.

Demi memuluskan proyek ini, maka dana yang dibutuhkan juga tidak sedikit. Dalam Perpres Nomor 79/2019 itu, setidaknya dibutuhkan dana Rp 2 triliun.

Namun, bukan tidak mungkin saat ini jumlahnya kian meningkat. Demi memenuhinya, Jodi mengungkapkan bahwa nanti akan dilakukan Penyertaan Modal Negara (PMN). Cara ini akan merubah komposisi saham di BUMN tersebut.

"Saat ini komposisi saham KIW seperti itu, hanya saja ini akan berubah sejalan dengan perubahan penyertaan modal yang nanti diusulkan. Tahun ini diharapkan suntikan dari pusat akan merubah komposisi saham KIW, tahun depan juga. Nah perubahan ini nantinya akan tergantung bagaimana masing-masing daerah akan kontribusi di KIW," sebut Jodi.

"Untuk pembagian skema pusat dan daerah, perubahan penyertaan modal nantinya akan berubah sesuai equity share-nya, jadi kalau pusat nanti setor misal x Rp, maka hal yang sama secara proporsional pemegang saham harus juga setor equity (equity call)," jelasnya.

Sejumlah langkah di atas diharapkan mampu mempercepat menarik perusahaan-perusahaan AS dari China. Apalagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait dengan relokasi ini.

[Gambas:Video CNBC]





(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading