Internasional

Tekor Harga Minyak, Arab Saudi Naikkan PPN 3 Kali Lipat

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
11 May 2020 11:24
FILE PHOTO: Saudi Arabia's Crown Prince Mohammed bin Salman Al Saud is seen during a meeting with U.N Secretary-General Antonio Guterres at the United Nations headquarters in the Manhattan borough of New York City, New York, U.S. March 27, 2018. REUTERS/Amir Levy
Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi bakal menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) atau biasa disebut Value Added Tax (VAT) hingga tiga kali lipat. Turunnya harga minyak karena corona (COVID-19) membuat negara ini tekor dan harus melakukan penghematan besar-besaran.

Kantor berita Arab Saudi, dikutip dari BBC menulis, akan meningkatkan PPN dari 5% menjadi 15% per 1 Juli. Kerajaan pertama kali memperkenalkan PPN dua tahun lalu, sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada pasar energi dunia.




Bukan hanya itu, kerajaan juga akan menangguhkan tunjangan hidup warga per 1 Juni. Biasanya, bahkan pengangguran di Saudi akan mendapat tunjangan di negeri kaya minyak itu.

"Langkah ini menyakitkan tetapi perlu untuk menjaga keuangan dan ekonomi dalam jangka menengah hingga panjang," kata Menteri Keuangan Arab Saudi, Mohammed al-Jadaan, sebagaimana dikutip, Senin (11/5/2020).

"(Pemerintah mencoba) mengatasi krisis karena virus corona yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan meminimalisir kerusakan yang ada."



Sebelumnya pemerintah Saudi mengumumkan pengeluaran negara melampaui pendapatan. Kerajaan mencatat defisit anggaran US$ 9 miliar di kuartal I-2020 ini.

Pendapatan minyak turun hampir seperempat tahun sebelumnya, menjadi US$ 34 miliar. Membuat pendapatan negara turun 22%.

Cadangan devisa (cadev) Saudi juga jatuh parah pada Maret. Bahkan terendah sejak 2011.

[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading