Hampir 5.000 TKI 'Pulang Kampung' via Bali, dari Mana Saja?

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
05 May 2020 20:26
Police officers stand guard at the Ngurah Rai airport, Friday, April 24, 2020, in Bali, Indonesia. Indonesia is suspending passenger flights and rail service as it restricts people in the world's most populous Muslim nation from traveling to their hometowns during the Islamic holy month of Ramadan because of the coronavirus outbreak. (AP Photo/Firdia Lisnawati)
Jakarta, CNBC Indonesia - Hampir 5.000 tenaga kerja Indonesia (TKI) dari berbagai negara pulang kampung dalam kurun waktu sebulan terakhir. Tepatnya, tercatat 4.960 Warga Negara Indonesia (WNI) kembali ke Indonesia melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali.

Dalam pencatatan yang dilakukan sejak tanggal 23 Maret hingga 27 April tersebut, para pekerja migran yang bekerja di berbagai negara tersebut pulang kembali ke Indonesia melalui 27 penerbangan charter khusus.

"Hingga akhir April, penerbangan pemulangan kembali WNI yang kami layani telah mencapai jumlah 27 penerbangan, dimulai dari penerbangan LOT Polish Airlines dengan nomor penerbangan LO8535 pada 23 Maret lalu, hingga penerbangan terakhir hingga 27 April lalu, yaitu penerbangan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA4046," ujar Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/20).


Sebanyak 11 maskapai penerbangan dari berbagai negara tercatat terlibat dalam 27 penerbangan pemulangan WNI tersebut. Rincinya yaitu LOT Polish Airlines, LATAM Airlines, Qatar Airways, Wamos Air, Air Europa, NEOS Air, Ethiopian Airlines, Smartwings, AirAsia X, Garuda Indonesia, serta Air Cairo.



Penerbangan Wamos Air EB9420 dari Athena, Yunani, menjadi penerbangan dengan pengangkutan WNI terbanyak dalam satu penerbangan, yaitu mencapai 439 penumpang. Adapun secara keseluruhan, dari total 4.960 WNI yang sudah pulang, diperkirakan angkanya akan terus bertambah.

"Diperkirakan, jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan penambahan permintaan unscheduled rescue flight," tambah Handy.

Dengan penumpang sebanyak ini, dia menjelaskan bahwa langkah-langkah antisipasi telah dilakukan, terutama terkait penanganan pemeriksaan penumpang. Para petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) serta dari Tim Satgas COVID-19 senantiasa bersiaga.

"Seluruh langkah telah dilakukan sesuai ketentuan dan SOP yang berlaku, termasuk penanganan penumpang yang menunjukkan gejala sakit," lanjutnya.

Selama masa pandemi Covid-19, bandara-bandara memang masih beroperasi. Apalagi, Pemerintah berbagai negara dunia menerapkan kebijakan pemulangan warga negaranya masing-masing, termasuk Pemerintah Indonesia.

"Salah satu alasan tetap beroperasinya bandara pada masa pandemi ini adalah untuk melayani penerbangan khusus seperti penerbangan repatriasi ini, baik repatriasi warga negara Indonesia kembali ke tanah air atau repatriasi warga negara asing untuk kembali ke negaranya masing," tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Bali I Wayan Koster bilang kalau pemerintah pusat via Menko Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan telah memonitor penanganan Covid-19 di Bali. Luhut, menurut Koster, memuji penanganan Covid-19 di Pulau Dewata yang berjalan baik.

"Oleh karena itu, Beliau memberi arahan dan menugaskan saya sebagai gubernur dan Ketua Gugus Tugas Provinsi Bali agar penanganan Covid-19 semakin baik dan terus ditingkatkan sehingga diharapkan Bali akan menjadi provinsi pertama yang pandemi Covid-19 bisa berakhir," ujar Koster.

"Dalam upaya tersebut, Beliau (Luhut) sangat mengapresiasi peran Desa Adat dan Desa di Bali yang mampu menjaga wilayahnya dengan sangat ketat sehingga bisa mencegah penyebaran Covid-19," lanjutnya.

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading