Bertumbangan, 2.000 Lebih Hotel Tutup karena Corona

News - Savira Wardoyo, CNBC Indonesia
04 May 2020 14:30
Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Senin (5/2/2018). Tahun ini, bank Indonesia memperkirakan ekonomi akan tumbuh lebih baik dibandingkan dari tahun lalu di kisaran 5,1 hingga 5,5 persen seiring membaiknya perekonomian global. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat sudah ada 2000 hotel tutup, akibat Covid-19 hingga awal Mei 2020. Jumlah ini bertambah signifikan, padahal hingga 13 April 2020 baru ada 1.642 hotel dari 31 Provinsi yang tutup akibat wabah virus corona

Adanya pandemi corona yang dibarengi dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah Indonesia, sangat berpengaruh pada bisnis hotel.

"Kita tidak bisa lakukan apa-apa, consumer kita tidak boleh datang karena ada PSBB, itu masalahnya," kata Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Kosmian Pudjiadi kepada CNBC Indonesia, Senin (4/5)


Ia mengatakan, hampir seluruh sektor industri di dalam negeri terdampak Covid-19. Pukulan terbesar dialami oleh sektor pariwisata, padahal sektor ini banyaknya industri yang bergantung, sehingga dampaknya sangat luas.



"Yang terkena petani, yang supply makanan, sayuran, daging dan industri besar lainnya, seperti pengolahan, nelayan, jasa transportasi, dari gojek hingga kapal terbang, " jelasnya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 yang merupakan aturan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Adapun pembatasan tersebut meliputi, peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial budaya dan pembatasan moda transportasi.


[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading