Lawan Corona

Harapan Muncul! Obat Gilead Segera Diproduksi Massal

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
01 May 2020 06:23
FILE PHOTO: A Gilead Sciences, Inc. office is shown in Foster City, California, U.S. May 1, 2018. REUTERS/Stephen Lam/File Photo
Jakarta, CNBC Indonesia - Gilead Science Inc, pembuat obat remdesivir kabarnya akan bekerja sama dengan mitra internasional untuk memperluas produksi. Hal ini dikabarkan Reuters, Jumat (1/5/2020).

Perusahaan pun berharap bisa memproduksi satu juta remdesivir pada Desember 2020. "Direncanakan untuk dapat menghasilkan beberapa juta pada 2021," tulis media itu mengutip Gilead.

Di akhir Mei, Gilead berharap bisa memproduksi 140 ribu. Nantinya obat akan diberikan melalui infus rumah sakit.




Sebelumnya, AS menegaskan remdesivir efektif secara klinis mengobati pasien corona (COVID-19). Remdesivir adalah antivirus untuk merawat pasien Ebola.

Dari uji klinis Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) AS, sekitar 31% pasien yang diberi remdesivir dengan dosis tertentu, bisa sembuh. Dalam uji coba dengan 1.063 pasien, pasien sembuh dalam 11 hari.

Ini lebih efektif dibanding obat lainnya seperti plasebo. Pasien memerlukan waktu lebih lama untuk sembuh yakni 15 hari dengan obat tersebut.



AS bakal mempublikasikan studi secara lengkap pada Mei ini. Sementara itu, Badan Obat-obatan Eropa (EMA), juga tengah melakukan tinjauan bergulir terkait penggunaan Gilead.

Penelitian internal juga dilakukan Gilead. Dari tes, diketahui bahwa 50% pasien yang diobati dengan dosis lima hari, membaik.

Uji klinis melibatkan 397 pasien dengan kasus COVID-19 yang parah. "Fokus kami saat ini adalah pada pekerjaan kami dengan remdesivir dan komitmen berkelanjutan kami kepada orang-orang yang bergantung pada obat-obatan kami hari ini," kata CEO Gilead Daniel O'Day dikutip dari CNBC International.

[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading