Internasional

Ribut di Teluk, AS Minta PBB Perpanjang Embargo Senjata Iran

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
30 April 2020 10:13
Angkatan Laut Iran Amerika Serikat. (U.S. Navy via AP)
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) akan meminta PBB memperpanjang embargo senjata Iran. Sebelumnya, larangan menjual senjata ke Iran akan berakhir di Oktober 2020 ini.

"Kami tidak akan membiarkan itu terjadi," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (30/4/2020).

"Jika kita tidak bisa membuat yang lain bertindak, AS akan mengevaluasi setiap kemungkinan tentang bagaimana melakukan ini."


Embargo telah ditetapkan Dewan Keamanan PBB sejak 2015. Setiap anggota dewan memiliki satu suara namun ada lima anggota yang memiliki hak veto.

Negara yang memiliki hak tersebut di antaranya AS, Rusia dan China. Ditulis media itu, China dan Rusia bisa saja menentang perpanjangan sanksi mengingat kedekatan dengan Iran.


Sekretaris Negara AS Mike Pompeo berbicara selama konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr di Kantor Departemen Luar Negeri Filipina di Manila, Filipina, Jumat, 1 Maret 2019. (AP / Andrew Harnik, Pool)Foto: Sekretaris Negara AS Mike Pompeo berbicara selama konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr di Kantor Departemen Luar Negeri Filipina di Manila, Filipina, Jumat, 1 Maret 2019. (Foto AP / Andrew Harnik, Pool)
Sekretaris Negara AS Mike Pompeo berbicara selama konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr di Kantor Departemen Luar Negeri Filipina di Manila, Filipina, Jumat, 1 Maret 2019. (AP / Andrew Harnik, Pool)


Pompeo menambahkan, perpanjangan tersebut akan sangat relevan dengan program nuklir Iran. Meski AS mengklaim nuklir Iran untuk keperluan senjata, hal ini terus dibantah Tehran.

"Kami akan memastikan bahwa pada bulan Oktober tahun ini, Iran tidak dapat membeli senjata konvensional seperti itu," ujarnya.

Iran dan AS telah berselisih selama beberapa dekade. Ketegangan meningkat lagi sejak 2018, saat Trump secara sepihak menarik AS dari perjanjian multinasional soal pembekuan nuklir Iran.

Saat itu, AS kembali menerapkan sanksi ekonomi yang selama ini sudah dicabut di masa pemerintahan Presiden Obama. Ini akhirnya melumpuhkan ekonomi Iran.

Namun para pengawas PBB mengatakan Iran sebenarnya mematuhi perjanjian nuklir. Bahkan secara drastis mengurangi programnya saat sanksi dijanjikan akan dicabut.

Sementara itu, Iran dan AS baru-baru ini juga mengalami insiden di Laut Arab. Kedua kapal militer saling berhadapan di Teluk.

Meski tidak ada konfrontasi, 11 kapal militer Iran disebut mengepung 6 kapal perang AS. Bahkan memutari bagian belakang kapal negeri Paman Sam.

[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading