Duh! Gegara Corona, 100 Ribu Lebih Warga Jateng Kena PHK

News - Exist in Exist, CNBC Indonesia
24 April 2020 06:50
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (CNBC Indonesia/Chandra Gian Asmara)
Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memprediksi saat ini sudah ada lebih dari 100 ribu warga Jawa Tengah yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan karena terimbas pandemi COVID-19.

"Kita waktu itu menghitung-hitung, sampai dengan tanggal 12 april, ini data terakhir yang diberikan, tentu sekarang sudah bertambah. Kita itu di Jateng kurang lebih ada 69.660 [yang kena PHK dan dirumahkan]. Dugaan saya sekarang sudah 100 ribu lebih," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (23/4/2020).




Ia mengharap pengusaha dan buruh duduk bersama untuk membahas kondisi iklim bisnis di tengah pandemi. Terutama untuk memahami dan melakukan berbagai upaya untuk bertahan.

"Kalau bisa mengerti dan tetap bisa survive, maka orang bisa mengerti, oh kondisi kita ringan, kondisi kita bagus, atau kondisi kita berat, atau kondisi kita sudah sinking, ini mau tenggelam," tuturnya.

"Apa yang mesti kita lakukan? Maka mungkin gak, sekarang jam kerjanya dikurangi. Mungkin gak kemudian soal upahnya bisa didialogkan. Mungkin gak kemudian tidak di-PHK, tapi dirumahkan, krn kita harus bertahan seperti ini," tambahnya.

Ganjar memahami pandemi ini memang telah memukul operasional berbagai industri, termasuk industri padat karya yang seharusnya mampu menyerap banyak tenaga kerja. Beberapa industri padat karya yang terimbas adalah industri alas kaki serta industri tekstil dan produk tekstil.

"Sekarang mereka sudah mulai mengurangi banyak jam, sudah merumahkan orang, dan kita minta mereka untuk bertahan. Tentu tidak mudah, karena hari ini orang pasti akan berpikir membeli sembako daripada membeli baju," ujar Ganjar.



Berdasarkan data media harian COVID-19 per 23 April, ada 538 kasus corona di Jawa Tengah. Sebanyak 54 sembuh dan 53 meninggal.

Secara total, saat ini ada 7.775 kasus corona di RI. Di mana 960 sembuh dan 647 meninggal.

[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading