Internasional

Langka, Ratu Elizabeth II Buka Suara di Tengah Pandemi Corona

News - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
06 April 2020 09:16
Ratu Elizabeth II muncul memberi pidato ke publik.
Jakarta, CNBC Indonesia - Penguasa kerajaaan Inggris, Ratu Elizabeth II, muncul memberi pidato ke publik. Kali ini pidatonya diberikan di tengah kondisi pandemi corona (COVID-19) yang tengah menyerang dunia, termasuk negeri kerajaan itu.

Moment tersebut termasuk langka. Dalam kesempatan itu, ia meminta warga Inggris tetap mengisolasi diri dan semangat selayaknya "Perang Dunia II" terjadi.

Pidato tersebut adalah yang kelima kali ia lakukan selama 68 tahun pemerintahannya. Wanita berusia 93 tahun itu meyakinkan warganya bahwa corona bisa diatasi.


"Kita pasti akan bertemu lagi. Hari-hari pasti akan lebih baik kembali," tegasnya kepada seluruh rakyat Inggris dikutip dari Reuters.

"Meskipun kita telah menghadapi tantangan sebelumnya, yang ini berbeda. Kali ini kita akan bergabung dengan semua negara di seluruh dunia dalam upaya bersama, menggunakan kemajuan besar ilmu pengetahuan ... Kita akan berhasil - dan kesuksesan itu akan menjadi milik kita masing-masing."

Inggris merupakan salah satu negara dengan kasus corona terbanyak, hingga 47.806. Ada 4.934 kematian dan baru 135 orang yang sembuh.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga terinfeksi corona. Sebelumnya pewaris tahta, Pangeran Charles juga positif COVID-19.

Inggris pun sudah melakukan penguncian wilayah (lockdown). Masyarakat diminta tetap di rumah kecuali dalam hal mendesak.

Langka, Ratu Elizabeth II Buka Suara di Tengah Pandemi CoronaFoto: Presiden AS Gerald Ford tertawa ketika Ratu Elizabeth Inggris menyampaikan pidato pada acara makan malam kenegaraan di sebuah tenda di Gedung Putih South House di Washington, AS, 7 Juli 1976. Perpustakaan Kepresidenan Gerald R. Ford / AS. Arsip / Administrasi Arsip dan Catatan Nasional via REUTERS


Dalam pidato tersebut, ia juga mengucapkan terima kasih kepada para petugas kesehatan. Secara pribadi, Ratu berterima kasih kepada staf tenaga medis di National Health Service (NHS) yang dikelola pemerintah.

Dia juga memberikan penghormatan kepada semua orang yang terpaksa tinggal di rumah untuk mengurangi beban NHS, dan untuk melindungi orang tua yang paling berisiko dari penyakit ini. Ratu mengatakan orang-orang di Inggris dan di seluruh dunia merasa bangga dengan respons komunitas mereka terhadap wabah tersebut.

"Bersama-sama kami menangani penyakit ini, dan saya ingin meyakinkan Anda bahwa jika kami tetap bersatu dan teguh, maka kami akan mengatasinya," ungkapnya.

Ratu sebelumnya pernah memberi pidato khusus pada sejumlah hal. Yakni perang teluk tahun 1991, kematian Putri Diana tahun 1997, Tribute ke sang Ibu Elizabeth di tahun 2002 dan Diamond Jubilee tahun 2012.
(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading