Internasional

Bumi Gonjang-ganjing Corona, Trump Malah Ancam Iran, Ada Apa?

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
02 April 2020 07:58
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran pada Rabu (1/4/2020).
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran pada Rabu (1/4/2020) waktu setempat. Ia mengancam negeri Syiah itu akan "ada harga yang mahal yang harus dibayar" jika sekutu Iran kembali menyerang pasukan AS di Irak.

Sekutu yang dimaksud AS adalah sejumlah kelompok milisi yang selama empat bulan belakangan gencar menyerang kepentingan AS di negeri bekas diktator Saddam Hussein.

"Kami tidak menginginkan permusuhan, tetapi jika mereka memusuhi kami, mereka akan menyesal seolah-olah mereka tidak pernah menyesali apa pun sebelumnya," kata Trump dalam konferensi per di Gedung Putih, sebagai mana dikutip AFP.

Sehari sebelumnya trump juga menegaskan kejengkelannya kembali ke Iran. Ia menyampaikan kekesalannya melalui Twitter pribadinya @realDonaldTrump.

"Jika ini terjadi, Iran akan membayar harga yang sangat berat, pasti!" tulisnya.




Ia juga menulis bahwa berdasarkan data intelijen, AS telah mendapat informasi bahwa negeri Ayatollah Khamenei tengah merencanakan serangan diam-diam ke pasukan dan kepentingan AS di Irak.

Sebelumnya di 26 Maret, dua roket menghantam Green Zone alias Zona Hijau, yakni di dekat Kedutaan Besar AS di Baghdad. Pada 18 Maret lalu, sepasang roket menghantam pangkalan militer Besmaya di selatan Baghdad.

Pada awal bulan ini, dua personel militer AS dan seorang tentara Inggris tewas dalam serangan roket terhadap pangkalan udara Taji di utara. AS sendiri memiliki 5.200 tentara yang ditempatkan di pangkalan-pangkalan Irak untuk membantu pasukan lokal memukul mundur sisa-sisa kelompok kontra pemerintah.

Sementara itu, Iran mengecam sanksi yang diberikan AS ke negeri itu. Sanksi ini membuat negeri tersebut kurang maksimal melawan penyebaran virus corona (COVID-19).

Presiden Iran Hassan Rouhani malah mengatakan, AS telah kehilangan peluang bersejarah untuk mencabut sanksi. "Ini adalah masalah kemanusiaan," ujarnya.

Dengan sanksi AS, obat-obatan dan peralatan medis secara teknis bisa masuk ke Iran. Namun pembeliannya bisa saja diblokir sewaktu-waktu karena bank enggan memroses lantaran takut penalti dari AS.

[Gambas:Video CNBC]








(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading