Tanpa Ampun, Corona Pukul Penjualan Mobil Bisa Anjlok 30%

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
30 March 2020 14:50
Penjualan mobil yang sedang dalam tren menurun bakal semakin parah karena ada pandemi virus corona (COVID-19)
Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan mobil yang sedang dalam tren menurun bakal semakin parah karena ada pandemi virus corona (COVID-19). Pelaku industri memperkirakan corona berdampak pada penurunan pasar sampai 30%.

Executive General Manager Toyota Training Center PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengakui kondisi pasar mobil saat ini sudah jauh dari kata ideal. Namun, itu bisa dimaklumi karena pandemi corona masih belum bisa dihentikan. Ia mengaku Toyota tidak muluk-muluk dalam menetapkan terget.
"Secara demand (permintaan) kita ikuti demand saja. Bahkan hitung-hitungan market (penjualan mobil) tahun lalu 1.030.000 unit, itu turun dari 1.151.000 kan. Mungkin jadi udah dapat 1 juta pun udah bagus. Dan perhitungan sekarang (2020) mungkin penurunan market (mencapai) 30 persen," kata Fransiscus kepada CNBC Indonesia, (30/3).

Menurunnya tingkat penjualan juga berpengaruh terhadap cara kerja pegawai dalam proses produksi. Ia menjelaskan bahwa beberapa penyesuaian sudah dilakukan. Mulai dari produksi dan distribusi. Bahkan dealer yang biasanya menjadi ujung tombak penjualan, kini sudah tidak lagi fokus pada penjualan.
"Dealer jika untuk service dimana misal customer mendadak mobil mogok kita tangani. Sekarang kita betul-betul kondisi human atau people lebih berharga," papar Franciscus.
Apalagi, dengan imbauan dari pemerintah untuk tetap berada di rumah, perpindahan manusia antara satu tempat ke tempat lain kian terbatasi. Sehingga, sisi transportasi tidak menjadi prioritas saat ini. Hal ini akan berdampak tentu saja pada penjualan kendaraan pribadi.
"Kita juga ngerti kondisi sulit sekarang semua akan prioritas untuk terkait dengan wabah corona ini. Contohnya apa sekarang bondong-bondong pengadaan masker, APD (alat pelindung diri) kalau mobil itu kita bilang barang ketiga, jadi untuk transportasi sendiri udah dibatasi. Pesawat tahu sendiri (kondisi sekarang). Jadi kita harus mengerti kondisi kita ada dimana," sebut Franciscus.
Sebelum kasus positif corona di Indonesia, pada Februari 2020 lalu, penjualan tercatat hanya 79.573 unit atau turun 2,7% dibandingkan Februari 2019 yang mencapai 81.809 unit. Sedangkan bila dibandingkan Januari 2020, penjualan turun tipis 1% yang sempat mencapai 80.424 unit.

[Gambas:Video CNBC]





(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading