Nyata! Gelombang PHK Buruh Sudah Mulai Terjadi, Tolong...

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
28 March 2020 11:47
Dampak negatif dari virus corona (COVID-19) sudah mulai memukul roda perekonomian.
Jakarta, CNBC Indonesia - Dampak negatif dari virus corona (COVID-19) sudah mulai memukul roda perekonomian. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) sudah mulai terjadi.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, saat ini sudah ada informasi perusahaan yang akan melakukan PHK kepada para pekerja.

Disebutkan oleh Said Iqbal, salah satu perusahaan yang akan melakukan PHK adalah PT Akomoto Indonesia. Perusahaan yang berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur itu pada tanggal 24 Maret 2020 sudah mengirimkan surat kepada serikat pekerja terkait dengan rencana perusahaan yang akan melakukan PHK terhadap 26 orang pekerja.


Tidak jauh yakni di Sidoarjo, pekerja di PT Apie Indo Karunia juga terancam PHK lantaran pemilik perusahaan mengaku sudah tidak punya uang untuk memberikan upah.

"Sementara itu, ribuan buruh di perusahaan tekstil di Bandung yang habis kontrak sudah tidak diperpanjang lagi. Hal yang sama juga terjadi di banyak perusahaan lain. Dengan kata lain, mereka di PHK," tegasnya dalam keterangan resmi seperti dikutip Sabtu (28/3/2020).

Said Iqbal mengaku, informasi adanya PHK juga diterima KSPI terjadi di Bintan - Kepulauan Riau, Bitung - Sulawesi Utara, dan berbagai daerah lain.

Kondisi ini sangatlah mengkhawatirkan. Bukan tidak mungkin, gelombang PHK bisa terus berlanjut. Bahkan KSPI memprediksi, dalam 2 bulan akan terjadi PHK puluhan ribu buruh. Bahkan jika permasalahan di atas tidak segera diselesaikan, tidak menutup kemungkinan ratusan ribu buruh bakal kehilangan pekerjaan

Said Iqbal mengingatkan, terdapat 4 hal yang memicu gelombang PHK. Pertama, ketersediaan bahan baku di industri manufaktur yang mulai menipis. Khususnya bahan baku yang berasal dari impor, seperti dari negara China, dan negara-negara lain yang juga terpapar Corona.

Kedua mengenai melemahnya rupiah terhadap dollar, kemudian menurunnya kunjungan wisatawan ke destinasi pariwisata, dan terakhir anjloknya harga minyak dan indeks saham gabungan.



[Gambas:Video CNBC]





Artikel Selanjutnya

Ini Bukan Menakuti, Corona Tambah Banyak Orang PHK di RI


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading