Deg-Degan, Corona Bisa Makan Korban Ratusan Ribu PHK

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
26 March 2020 13:30
Kalangan buruh meminta pemerintah bisa lebih serius dalam penanganan wabah virus corona.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kalangan buruh meminta pemerintah bisa lebih serius dalam penanganan wabah virus corona (COVID-19). Jika tidak, ada potensi kerugian besar yang mengancam, yakni pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran. Pemerintah memang sudah menyiapkan beberapa stimulus, termasuk di antaranya mencegah PHK.

"Kita prediksi kalau ini (penyebaran virus) nggak cepat dihentikan, puluhan sampai ratusan ribu buruh terancam PHK. Dampak domino dari efek corona terhenti kan ekonomi ini," sebut Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar S. Cahyono kepada CNBC Indonesia, Kamis (26/3).

Ia menilai, keadaan saat ini sudah jauh dari kata normal. Sebagai contoh, banyak pemesanan produk manufaktur yang tertahan akibat tidak menentunya kondisi. Jika tidak dilakukan langkah ekstrem seperti lockdown, maka kondisi ini akan terus berlarut.


[Gambas:Video CNBC]




"Kalau nggak cepat diselesaikan, bisa terjadi resesi dan PHK besar-besaran mengancam. Apalagi kita tahu ritel udah mulai menutup, termasuk Tanah Abang. Artinya produksi untuk menjual barang itu udah nggak terjual lagi, ujung-ujungnya PHK," kata Kahar.



Jumlah PHK pun diperkirakan dalam jumlah yang tidak sedikit. Karena yang banyak terkena adalah perusahaan-perusahaan besar dengan jumlah pekerja yang mencapai ribuan. Pun dengan sektor industri yang beragam

"Puluhan sampai ratusan ribu buruh yang berpotensi kehilangan pekerjaan. Hampir seluruh padat karya kena menurut KSPI. Pertama mereka di garmen tekstil, bahkan elektronik dan otomotif diperkirakan karena stuck juga. Pariwisata terdampak duluan, termasuk ritel. Sehingga bisa ikut kena," papar Kahar.
(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading