Internasional

Kasus Melonjak 500, Malaysia Umumkan Lockdown

News - Redaksi, CNBC Indonesia
17 March 2020 06:34
Malaysia umumkan lockdown
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Malaysia mengumumkan lockdown. Langkah ini diambil mulai 18 Maret mendatang.

Lockdown akan berlangsung selama 2 pekan, hingga 31 Maret. Hal ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, Senin (16/3/2020) malam.

Saat ini angka kasus di Malaysia memang meningkat signifikan. Semenjak COVID-19 menyebar di Tabligh Akbar Masjid Sri Petaling Kuala Lumpur, kasus positif kini berjumlah 566.




Dalam sehari kemarin, ada tambahan 138 kasus baru. Belum ada angka kematian, sedangkan pasien sembuh berjumlah 42 orang.

"Pemerintah melihat kondisi yang makin serius, terutama dengan perkembangan penularan di gelombang kedua," ujarnya dalam siaran langsung yang dikutip dari South China Morning Post.

"Kami tidak bisa menunggu lebih lama dan menanti dampak yang lebih buruk. Aksi drastis harus segera diambil untuk mencegah penyebaran virus dan membatasi pergerakan publik. Ini satu-satunya langkah yang bisa diambil untuk mencegah makin banyak orang terkena wabah yang bisa mematikan ini."

Dengan lockdown, Malaysia akan melarang publik berkumpul. Bahkan membatasi mereka untuk ibadah, olahraga, sosial dan kebudayaan.

Sementara itu, sebanyak tiga warga Indonesia di Malaysia juga dikabarkan positif terinfeksi COVID-19. Keadaan ketiganya kini stabil.

Dua dari tiga WNI terkait tabligh akbar yang berlangsung di Masjid Sri Petaling. Sebelumnya dikabarkan media lokal Bebas News, ada 600-san WNI hadir.

"Pada 14 Maret jam 12.00 tengah hari, sebanyak 41 kes baharu jangkitan COVID-19 telah dilaporkan. Kesemua kes positif ini berkaitan dengan kluster perhimpunan tabligh," ujar pernyataan Kemenkes Malaysia.



[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading