Internasional

Korut Luncurkan Rudal Lagi, Korsel: Cari Muka

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
10 March 2020 16:42
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan sedang mengawasi latihan

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Utara terus memperbaiki kemampuan senjatanya. Ini terbukti dari seringnya uji coba berbagai jenis senjata yang dilakukan negara itu belakangan ini.

Bahkan, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan secara langsung sedang mengawasi latihan "artileri jarak jauh" kedua yang dilakukan negara itu dalam seminggu ini.


"Kim memimpin latihan serangan senjata jarak jauh dan sangat menghargai kesiapan tempur yang sempurna dari pasukan," kata media pemerintah KCNA, Selasa (10/3/2020).


Sebelumnya pada Senin, militer Korea Selatan telah mengabarkan bahwa Korut telah melakukan uji coba beberapa proyektil, yang diluncurkan ke sekitar laut provinsi Hamgyong Selatan. Proyektil itu terbang 200 kilometer pada ketinggian maksimum 50 kilometer.

"Korea Utara tampaknya telah melakukan latihan tembak bersama yang melibatkan berbagai jenis peluncur roket ganda," kata Kepala Staf Gabungan negara itu, Senin.

Lebih lanjut, Korea Selatan menyebut apa yang dilakukan pemerintahan Kim sebagai upaya cari muka atau untuk mencari perhatian dari Amerika Serikat (AS), yang menggantung kejelasan mengenai perundingan denuklirisasi kedua negara itu.

"Ini untuk memperkuat solidaritas internal dan eksternal, menarik perhatian AS dan Korea Selatan dan menekankan perubahan sikap mereka," kata kementerian unifikasi Seoul dalam sebuah pernyataan.


Kim dan Presiden AS Donald Trump terakhir kali mengadakan perundingan untuk membahas masalah denuklirisasi lebih dari setahun lalu lebih di Hanoi, Vietnam. Namun dalam pertemuan itu keduanya gagal mencapai kesepakatan. Hingga hari ini belum jelas kapan kedua negara akan kembali mengadakan pembicaraan.

Namun demikian, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS telah menyampaikan komentarnya. Ia meminta Korea Utara untuk menghindari provokasi dan mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB.

Ini disampaikan karena Korea Selatan saat ini sedang berada di bawah tekanan sanksi yang menargetkan program-program senjatanya. Terutama nuklir dari PBB, AS, dan beberapa negara lainnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

'Serangan' Kematian Kim Jong Un & Sederet Klaim Korut


(res)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading