Jangan Kaget, Kim Jong Un Lagi Cari Cara Baikan Sama Korsel

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
08 January 2021 13:07
In this image made from video broadcasted by North Korea's KRT on Saturday, Oct. 10, 2020, North Korean leader Kim Jong Un waves during a ceremony to celebrate the 75th anniversary of the country’s ruling party in Pyongyang.(KRT via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang mencari cara untuk memperbarui hubungan dengan Korea Selatan dan berjanji untuk memperluas hubungan luar negeri. Hal itu disampaikan Kim dalam kongres kedelapan Partai Buruh, kemarin.

Kantor berita resmi KCNA melaporkan, dalam hari ketiga kongres, Kim mengangkat masalah pembaruan kembali hubungan dengan Korsel "seperti yang diminta oleh situasi yang berlaku dan waktu yang berubah", serta membahas kebijakan luar negeri.

"(Kim) mendeklarasikan orientasi umum dan pendirian kebijakan partai kami untuk secara komprehensif memperluas dan mengembangkan hubungan eksternal," tulis KCNA, dikutip dari Reuters, Jumat (8/1/2021).

Hubungan Korut dan Korsel sempat membaik setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) 2018. Akan tetapi, hubungan dua negara tetangga itu memburuk karena ada pembicaraan nuklir yang stagnan di antara kedua negara.



Kim juga membahas cara-cara untuk membuka "masa keemasan baru" dalam kampanye untuk budaya sosialis. Sebab, Pyongyang telah meningkatkan tindakan keras terhadap informasi luar dengan memberlakukan undang-undang baru yang melarang materi asing yang dapat memicu pemikiran reaksioner.

Selain itu Kim juga menyerukan untuk "membangun hidup yang sehat dan revolusioner di semua bidang kehidupan sosial dan secara menyeluruh menghilangkan elemen non-sosialis," lanjut KCNA.

Pembicaraan ini terjadi dua minggu sebelum presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden menjabat. Selain itu, kongres kedelapan ini terjadi di tengah kemacetan berkepanjangan dalam negosiasi yang bertujuan untuk membongkar program nuklir dan rudal Korut dengan imbalan keringanan sanksi AS.

Dikatakan Biden akan menghadapi tugas sulit setelah pertemuan bersejarah antara Kim dan Presiden AS Donald Trump gagal mencapai kesepakatan.

Pertemuan Partai Buruh juga bertujuan untuk meninjau kerja partai sejak pertemuan terakhirnya di tahun 2016 dan menguraikan cetak biru yang baru.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading