Internasional

Erdogan Kembali Tegang dengan Pemimpin Eropa, Ada Apa?

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
09 March 2020 07:44
Erdogan tegang dengan pemimpin Eropa.
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden TurkiĀ Recep Tayyip Erdogan kembali tegang dengan Eropa terkait pengungsi Suriah. Kali ini, ia meminta Yunani membuka gerbang bagi pada pengungsi.

"Hei Yunani! Saya memohon kepada Anda ... buka gerbang juga dan bebas dari beban ini," kata Erdogan saat pidato televisi di Istanbul sebagaimana dikutip AFP, Minggu (8/3/2020).

"Biarkan mereka pergi ke negara-negara Eropa lainnya."




Turki kini menampung lebih dari empat juta pengungsi. Bukan hanya Suriah, ada juga pengungsi dari sejumlah daerah konflik di Timur Tengah dan Afrika.

Saat ketegangan antara Turki dan Suriah-Rusia meningkat di Idlib, arus pengungsi kembali memenuhi perbatasan Turki-Suriah. Erdogan pun akhirnya membuka pintu masuk dan membiarkan pengungsi melintasi Turki menuju Eropa.

Erdogan Kembali Tegang dengan Pemimpin Eropa, Ada Apa?Foto: Para migran berkumpul di sebuah ladang dekat Edirne, di perbatasan Turki-Yunani. (AP/Emrah Gurel)


Yunani adalah negara Eropa yang terdekat dengan Turki. Saat ini diperkirakan ribuan pengungsi berada di wilayah itu.

Ia pun mengatakan akan segera mengadakan pertemuan dengan pemimpin Eropa di Belgia, Senin (9/3/2020). Kota Brussel di Belgia adalah pusat pemerintahan Uni Eropa.

"Saya akan mengadakan pertemuan dengan para pejabat Uni Eropa besok (Senin) di Belgia," kata Erdogan lagi.

"Saya harap saya akan kembali dari Belgia dengan hasil yang berbeda."



Sebelumnya, negara Eropa mengecam tindakan Erdogan. Kanselir Austria Sebastian Kurz mengecam Turki karena mencoba menekan Uni Eropa untuk membuka perbatasannya.

"Ini adalah serangan Turki melawan Uni Eropa dan Yunani. Manusia (pengungsi) digunakan oleh (Turki) untuk menekan Eropa ... UE tidak boleh terluka karena "blackmail" (Turki)," katanya pekan lalu.

Kurz mengatakan Erdogan tidak memenuhi janjinya karena mengarahkan pengungsi ke perbatasan Yunani untuk memasuki Eropa. Ini adalah ujian bagi UE, apakah bisa melindungi negerinya atau tidak.

"Aku bisa menggaransi satu hal: Jika perbatasan terluar Eropa tak bisa bekerja, lalu Eropa tanpa garis perbatasan di dalam tinggal sejarah," ujarnya.

Kanselir Jerman Angela Merkel menilai tindakan Turki tak bisa diterima. Komisoner Migrasi UE mengatakan Turki mengintimidasi Eropa.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Ini Penampakan Jet F-16 Turki yang Gempur Tentara Suriah


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading