RI Positif Corona, Ekspor Masker akan Direm

News - Lidya Kembaren, CNBC Indonesia
02 March 2020 19:50
Ekspor masker akan dikurangi saat Indonesia sudanya dinyatakan positif.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia sudah positif ada kasus virus corona atau covid-19. Saat bersamaan, permintaan terhadap masker cukup tinggi di dalam negeri, bahkan seselum ada kasus positif corona di Indonesia.

Ada kekhawatiran pasokan masker di Indonesia habis, karena permintaan tinggi, tapi malah sebagian besar diekspor ke banyak negara. Permintaan ekspor masker cukup besar ke China dan Hong Kong menyusul wabah corona di dunia.

Kini, pemerintah akan membatasi volume ekspor masker ke luar negeri, sejalan kasus positif corona. "Kalau pemerintah, nanti dengan perdagangan mengurangi ekspor daripada masker," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (2/3).




Industri masker di dalam negeri kewalahan karena permintaan yang tinggi. Namun, bahan bakunya bergantung pada negara-negara yang terkena wabah virus corona, sehingga distribusi terhambat, berdampak pada produksi. 

Ketua Indonesian Nonwoven Association (INWA) Billy Hidjaja sempat mengatakan setiap tahun kita ada impor sebanyak 75 ribu ton bahan baku nonwoven, termasuk kain spunbond dan mayoritas berasal dari China, lebih dari 60%.

"Bahan baku, kita masih impor dari China dan Korsel. Demand tinggi, jadi produksi sampai Maret (2020) sudah habis, stop produksi di sini," kata Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno kepada CNBC Indonesia, Kamis (27/2).

Benny sempat mengusulkan perlu ada pembatasan ekspor. Opsi impor masker bisa dilakukan tapi harganya terlalu mahal. Ia juga bilang di Indonesia belum ada protokol darurat bagi industri dalam keadaan genting.

"Saya usulkan DMO (Domestic Market Obligation) untuk masker, saya sudah usul ke perindustrian, panggil saja industri pembuat masker. Takutnya kejadian wabah (di Indonesia)," kata Benny.

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading