Singapura Resesi, Corona Ngeri! Jokowinomics Ada Solusi?

News - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
18 February 2020 07:20
Jakarta, CNBC Indonesia - Virus corona telah menewaskan 1.775 orang dari seluruh belahan dunia. Kurang lebih 71.810 orang terinfeksi. Bersyukur, tak ada satu pun dari Indonesia, baik yang terinfeksi hingga meninggal akibat COVID-19 ini.

Penyebaran virus corona membuat aktivitas ekonomi menjadi terbatas. Dihantui virus mematikan, masyarakat dan dunia usaha tentu sebisa mungkin menghindari aktivitas di luar rumah.

Konsumsi berkurang, pabrik banyak yang menganggur, akhirnya terjadi 'broken global supply chains'.


Roda perekonomian tidak mampu melaju kencang. Ini terjadi terutama di China, episentrum dari virus corona. Di China, orang-orang yang baru kembali ke Beijing setelah pulang kampung untuk merayakan Tahun Baru Imlek tidak boleh pergi ke mana-mana.


"Mulai sekarang, semua orang yang kembali dari Beijing harus tetap di rumah atau melapor ke kelompok observasi selama 14 hari setelah kedatangan. Barang siapa yang melanggar akan diberikan sanksi sesuai aturan hukum yang berlaku," sebut pengumuman Beijing Virus Prevention Working Group, sebagaimana diberitakan Reuters.

Singapura Resesi, Corona Ngeri! Jokowinomics Ada Solusi?Foto: Rumah Sakit Virus Corona. (Chinatopix via AP)


Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi China hampir pasti melambat. Reuters melakukan jajak pendapat terhadap 40 ekonom yang hasilnya pertumbuhan ekonomi China kuartal I-2019 diperkirakan sebesar 4,5%. Jauh melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 6%.

Untuk pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020, proyeksinya adalah 5,5%. Juga jauh melambat dibandingkan realisasi 2019 yang sebesar 6,1%.

China adalah perekonomian terbesar kedua di dunia, sehingga perlambatan di sana akan mempengaruhi seluruh negara. Apalagi China adalah negara tujuan ekspor utama Indonesia.

Data BPS menyebut 30% lebih China mempengaruhi ekspor-impor Indonesia.

Jadi walau AS-China sudah menyelesaikan perang dagang, ada risiko baru yang bisa membuat ekspor Indonesia tetap lesu. Apabila sentimen virus corona bertahan lama, maka sepertinya ekspor masih sulit diharapkan menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi.

Rasanya ekspor bakal sulit diandalkan menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini. Oleh karena itu, konsumsi domestik harus digenjot agar pertumbuhan ekonomi tidak lagi di bawah 5%.





[Gambas:Video CNBC]







Jepang Singapura Bahaya, Thailand dan Malaysia Bersiap
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading