Bukan China, Ini Negara yang Terancam Resesi Gegara Corona

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
15 February 2020 19:10
Virus Corona Wuhan. (Chinatopix via AP)
Jakarta, CNBC Indonesia - Virus Corona memang berawal dari China. Namun virus tersebut sudah menyebar ke berbagai negara dan mulai menggerogoti sendi-sendi aktivitas masyarakat.

Per Sabtu (15/2/2020) pukul 14:23 WIB, jumlah kasus Corona di seluruh dunia adalah 67.090. Terbanyak berasal dari China yaitu 66,493 kasus. Setelah itu ada Singapura (67), Hong Kong (56), Jepang (29), Korea Selatan (28), Malaysia (19), Taiwan (18), Jerman dan Vietnam (16), Australia dan Amerika Serikat/AS (15), Prancis (11), Makau (10), Inggris (9), Uni Emirat Arab (8), Italia, Fiipina, dan India (3), Rusia dan Spanyol (2), serta Nepal, Kamboja, Belgia, Findlandia, Swedia, Mesir, dan Sri Lanka (1).


Berbagai negara sudah melakukan upaya pencegahan virus Corona. Di China, orang-orang yang baru kembali ke Beijing setelah pulang kampung untuk merayakan Tahun Baru Imlek tidak boleh pergi ke mana-mana.


"Mulai sekarang, semua orang yang kembali dari Beijing harus tetap di rumah atau melapor ke kelompok observasi selama 14 hari setelah kedatangan. Barang siapa yang melanggar akan diberikan sanksi sesuai aturan hukum yang berlaku," sebut pengumuman Beijing Virus Prevention Working Group, sebagaimana diberitakan Reuters.

Upaya pencegahan seperti ini memang penting, karena ketika lebih banyak orang yang keluar rumah untuk beraktivitas maka upaya pencegahan penyebaran virus menjadi sangat sulit. Namun di sisi lain, roda ekonomi tidak akan berputar dengan kencang.


Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi China hampir pasti melambat. Reuters melakukan jajak pendapat terhadap 40 ekonom yang hasilnya pertumbuhan ekonomi China kuartal I-2019 diperkirakan sebesar 4,5%. Jauh melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 6%.

Untuk pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020, proyeksinya adalah 5,5%. Juga jauh melambat dibandingkan realisasi 2019 yang sebesar 6,1%.

"Kami memperkirakan penjualan akan turun lebih dari 10% pada semester I tahun ini. Untuk keseluruhan tahun, penurunannya mungkin sekitar 5% jika penyebaran virus sudah berhenti pada April," kata Fu Bingfeng, Wakil Ketua Eksekutif Asosiasi Produsen Mobil China, seperti dikutip dari Reuters.

China adalah perekonomian terbesar di dunia. Kala China melambat, pasti pertumbuhan ekonomi global akan ikut melambat. Bahkan sudah ada yang terancam resesi.


Singpura Terancam Resesi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading