Efek Virus Corona, Gereja Singapura Anjurkan Ibadah di Rumah

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
15 February 2020 09:10
Efek Virus Corona, Gereja Singapura Anjurkan Ibadah di Rumah Foto: Seorang pekerja medis yang mengenakan alat pelindung berjalan di jalan dekat sebuah stasiun kesehatan masyarakat di Wuhan di Provinsi Hubei, China tengah. (Chinatopix via AP)
Jakarta, CNBC Indonesia - Uskup Agung (Grace Archbishop) Singapura, William Goh mengeluarkan Surat Pastoral resmi mengenai penangguhan Misa publik tanpa batas waktu, baik di hari kerja maupun akhir pekan, mulai Sabtu 15 Februari 2020, pukul 12 tadi malam. Hal ini dilakukan di tengah kian mewabahnya virus corona (Covid-19) di Negeri Merlion itu.

Data Johns Hopkins CSSE mencatat pagi ini, Sabtu (15/2/2020), jumlah orang yang terjangkit penyebaran virus corona menjadi 66.920 kasus di seluruh dunia, terbanyak di China Daratan. Dari jumlah ini tercatat sebanyak 1.523 orang meninggal dunia. Dari jumlah terinfeksi, ada 67 orang berasal dari Singapura, terbanyak kedua setelah China daratan.

Dalam suratnya dikutip dari situs resmi Catholic.org, Uskup Agung mengungkapkan selama beberapa minggu terakhir, pihaknya telah memberikan nasihat medis dan kesehatan masyarakat guna meminimalkan risiko wabah Covid-19 di antara jemaat dan imam di negeri tersebut.



"Kami bahkan telah mempertimbangkan mandat untuk melakukan screening suhu wajib. Namun, kami juga menyadari bahwa suhu tidak bisa menjadi alat pencegah karena orang yang tidak menunjukkan gejala juga dapat menjadi pembawa infeksi. Dengan demikian, menerapkan screening suhu mungkin tidak sepenuhnya membantu mencegah penyebaran infeksi ini walaupun itu mengurangi kemungkinan penularannya," katanya, dikutip Sabtu (15/2/2020).

"Sebagai orang Katolik, kita harus bertanggung jawab dalam memainkan peran kita untuk menahan penyebaran virus ini dengan menghindari pertemuan besar," katanya.

Sebab itu, katanya, mengingat situasi yang meningkat saat ini yang terbukti sulit untuk dikendalikan, semua Misa publik, baik pada hari kerja dan akhir pekan akan ditangguhkan tanpa batas waktu dengan efek pada hari Sabtu, 15 Februari, jam 12 malam sampai ada kejelasan lebih lanjut.

"Demikian juga, semua acara publik lainnya dengan sejumlah besar orang yang hadir, seperti sesi formation, retret, dan seminar harus ditunda," tegasnya.

Hanya saja, katanya, pembatalan Misa tidak berarti bahwa umat Katolik dapat memaafkan diri mereka dari memenuhi kewajiban menjaga Hari Tuhan tetap suci. Mereka harus mencoba mengikuti siaran Misa di YouTube atau CatholicSG Radio.

Virus Corona Mewabah, Singapura Wajibkan Ibadah Misa di RumahFoto: Hong Kong Terkena Corona. (AP Photo/Ng Han Guan)

"Silakan cek situs web keuskupan agung untuk waktu siaran online. (https://www.catholic.sg). Mengikuti siaran Misa akan membantu Anda menerima Tuhan secara rohani. Anda juga dapat berkumpul sebagai keluarga untuk Liturgi Sabda dengan menghabiskan waktu dalam doa, membaca Sabda Liturgi Hari Minggu dan menengahi bagi dunia bahwa virus Covid-19 ini akan terkandung dan diberantas," katanya.

"Bahkan jika Anda tidak dapat berkumpul bersama sebagai keluarga untuk beribadah, Anda harus secara individual menghabiskan setidaknya setengah jam dalam waktu yang tenang untuk berdoa dan terutama membaca firman Tuhan," kata Uskup Agung Singapura.

Adapun untuk pernikahan dan pemakaman, ini dianggap layanan pribadi yang berarti hanya tamu yang diundang yang dapat hadir. Pengaturan harus dibuat dengan pastor paroki. Semua tindakan pencegahan harus diambil sesuai saran dari Catholic Medical Guild (CMG).

"Bagi mereka yang membutuhkan sakramen dengan mendesak, pengurapan Orang Sakit dan Sakramen Rekonsiliasi, silakan buat janji dengan para imam di paroki Anda. Para pelayan sakramen juga harus mengambil tindakan pencegahan yang tepat ketika melayani umat paroki.

Meski virus terus menyebar, namun, kabar baiknya, yang berhasil sembuh dari virus ini sebanyak 8.059 jiwa. Adapun mayoritas yang terjangkit virus ini berasal dari China yakni sebanyak 66.325 orang, dengan jumlah korban tewas di China 1.457 orang, dan 4.774 yang berhasil sembuh khusus di China daratan ini.
Khusus untuk Indonesia, belum ditemukan satu pun orang di dalam negeri yang terjangkit virus corona. Sebanyak 285 orang yang menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau, pun dinyatakan dalam kondisi sehat dan siap kembali berkumpul bersama keluarga.


Mereka telah menjalani masa observasi selama 14 hari di Natuna yang mana hal tersebut sesuai dengan protokol kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo di sela kunjungan kerja di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (14/2/2020).

"Itu proses protokol kesehatan dari WHO yang kita ikuti secara ketat. Karantina di Natuna juga ketat diawasi, dicek harian. Sekarang sudah 14 hari, memang protokolnya seperti itu," ujar Jokowi.

Penyakit COVID-19 dengan virus bernama SARS-CoV-2 sendiri sudah menghantui dunia sejak Desember 2019. Penyebaran pertama kali berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, China dan menjalar ke seluruh dunia.

Namun menurut riset S&P Global, wabah virus corona ini diperkirakan akan berakhir pada April 2020. Beberapa analis lain memperkirakan skenario terburuknya virus ini akan berakhir pada bulan Mei 2020.

Penyakit COVID-19 sendiri adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading