Ada Corona Varian Lokal Indonesia, Awas IHSG Jeblok Lagi!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
20 January 2022 07:25
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,33% kemarin ke 6.591,981 sekaligus membukukan pelemahan 3 hari beruntun. Selama periode negatif tersebut, IHSG total melemah lebih dari 1,55%.

Kenaikan kasus penyakit akibat virus corona (Covid-19) akibat varian Omicron di dalam negeri serta jebloknya bursa saham Amerika Serikat (AS) menjadi pemicu merosotnya IHSG. Kabar buruknya, kasus Covid-19 masih terus menanjak begitu juga dengan bursa saham AS (Wall Street) yang kembali jeblok pada perdagangan Rabu. Kondisi ini berpotensi memicu IHSG berisiko melanjutkan penurunan pada perdagangan Kamis (20/1).

Kemarin, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan ada tambahan 1.745 kasus. Penambahan tersebut merupakan yang terbanyak dalam nyaris 4 bulan terakhir, tepatnya sejak 29 September ketika ada penambahan sebanyak 1.954 kasus.


Terus menanjaknya kasus Covid-19 akibat varian Omicron dikhawatirkan akan membuat pemerintah kembali mengetatkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tentunya bisa menghambat laju pertumbuhan ekonomi lagi. Apalagi Presiden Joko widodo (Jokowi) juga meminta masyarakat untuk tidak banyak beraktivitas di luar rumah, seiring dengan kenaikan kasus covid-19 di tanah air.

"Jika bapak ibu tidak memiliki keperluan mendesak, sebaiknya mengurangi kegiatan di pusat keramaian. Dan untuk mereka yang bisa bekerja dari rumah, work from home, lakukanlah kerja dari rumah," ungkap Jokowi melalui akun youtube yang dikutip CNBC Indonesia, Selasa (18/1/2022).

Selain itu, varian lokal Covid-19 kini ditemukan di Indonesia. Varian yang bermutasi dan berkembang biak di lingkungan sekitar itu pertama kali ditemukan di Surabaya, Jawa Timur.

Institute Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga pertama kali menemukan varian tersebut, setelah melakukan uji coba pada 18 sampel yang terdeteksi dari pasien Covid-19 di universitas."Ada 8 varian Omicron, 9 varian Delta, dan satu varian lokal," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Erwin Astha Tryiono, seperti dikutip detik, Rabu (19/1/2022).

ITD sendiri mengklaim bahwa varian tersebut berbeda dengan mutasi Covid-19 manapun, baik itu Delta atau Omicron. Varian itu juga disebut berbeda secara karateristik dengan Covid-19 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada 2019 lalu.

Meski demikian belum ada keterangan lagi apakah varian ini lebih menular dari Omicron atau varian lainnya yang dulu ada.

Kabar buruk juga datang dari luar negeri, di mana kiblat bursa saham dunia, Wall Street, kembali rontok yang tentunya bisa memberikan sentimen negatif ke pasar Asia hari ini. Indeks Dow Jones dan S&P 500 merosot nyaris 1% pada perdagangan Rabu waktu Amerika Serikat, Nasdaq memimpin kemerosotan sebesar 1,15%.

Secara teknikal, pelemahan IHSG Senin (10/1) membentuk pola Shooting Star yang menjadi sinyal penurunan harga. Benar saja, sejak saat itu IHSG kesulitan menguat, malah terus tertekan hingga kini berada di bawah rerata pergerakan 50 hari (moving average 50/MA 50) pada grafik harian.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

MA 50 berada di kisaran 6.620 hingga 6.630, selama tertahan di bawahnya IHSG berisiko merosot. Apalagi, indikator stochastic pada grafik harian bergerak turun tetapi belum masuk wilayah jenuh jual (oversold). 

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Artinya ketika belum mencapai oversold maka risiko penurunan harga cukup besar.

Stochastic pada grafik 1 jam untuk melihat potensi pergerakan dalam jangka pendek juga masih jauh dari wilayah oversold.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Support terdekat berada di kisaran 6.570, jika ditembus IHSG berisiko turun ke kisaran 6.530 (level terendah pekan ini). MA 100 di kisaran 6.480 hingga 6.490 menjadi support yang kuat.

Sementara itu jika mampu kembali ke atas 6.600, IHSG berpeluang menguat MA 50 yang perlu dilewati dengan konsisten agar mampu menguat lebih jauh.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jangan Senang Dulu, Sesi II IHSG Masih Rawan Tertekan Kawan!


(pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading