Saat Sri Mulyani & Erick Bikin Nasabah Jiwasraya Sakit Hati

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
13 February 2020 09:24
Nasabah Jiwasraya mengaku merasa terluka karena sikap pemerintah yang sampai saat ini tidak memunjukkan adanya progress atas penyelesaian megaskandal Jiwasraya.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pernyataan dan sikap Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thorir disebut-sebut telah mengecewakan hati nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Nasabah Jiwasraya mengaku merasa terluka karena sikap pemerintah yang sampai saat ini tidak memunjukkan adanya progress atas penyelesaian megaskandal Jiwasraya.

Machril, yang merupakan salah satu nasabah Jiwasraya mengatakan, dirinya dan bersama nasabah Jiwasraya lainnya tidak sama sekali memiliki keterkaitan dengan kasus hukum yang ada di dalam Jiwasraya saat ini.

Hal itu disampaikan Machril ketika mengetahui ada ucapan dari Sri Mulyani yang mengatakan pemerintah sampai saat ini hanya akan melakukan tindakan ketika penindakan hukum atas kasus Jiwasraya benar ditegakkan.



Sri Mulyani memang sempat mengatakan hal tersebut di hadapan para pengusaha, pekan lalu. Kata dia, Kementerian Keuangan bersama Kementerian BUMN, Kejaksaan, dan aparat penegak hukum terus mendorong penuntasan mega skandal Jiwasraya.

Kendati demikian, sampai saat ini, pemerintah belum bisa melakukan tindakan apabila hukum benar-benar terjadi.

"Saya sebagai Menteri Keuangan hanya bisa melakukan suatu tindakan, karena ini miliknya pemerintah, apabila saya diyakinkan bahwa law enforcement terjadi," kata Sri Mulyani di hadapan para pengusaha di Hotel Kempinski beberapa waktu lalu.


Pernyataan itu, menurut Machril membuat hati para nasabah Jiwasraya terluka. Pasalnya mereka sebagai nasabah sendiri, tidak ada sangkut pautnya dengan kasus hukum tersebut. Sehingga seharusnya pemerintah harus bertanggung jawab, bagaimana pun situasi yang ada.


[Gambas:Video CNBC]




"Keterangan Bu Sri Mulyani bahwa masalah pembayaran nanti setelah masalah hukum selesai. Sebenarnya kami tidak terkait masalah hukum," kata Machril di kantor OJK, Rabu (12/2/2020).

"Kami clear, satu orang pun tidak terlibat dengan kejadian tersebut. Jadi jangan dikaitkan seperti hal itu, itu yang menyakitkan. Itu yang kami tegaskan. dan terus terang penjelasan Bu Sri Mulyani itu kami tidak suka," katanya melanjutkan.

Bersama nasabah Jiwasraya lainnya, Machril menuntut agar pemerintah bisa secara terbuka menyampaikan progress mengenai hasil yang sudah ditempuh pemerintah saat ini.

Dalam beberapa kesempatan Erick selalu mengatakan bahwa dana nasabah Jiwasraya pasti akan dikembalikan. Pembayaran rencananya akan dilakukan mulai Maret mendatang.

"Pembayaran akhir Maret kata Pak Erick. Sudah sampai mana progressnya? Karena ini sebentar lagi Maret," kata Machril melanjutkan.

Nasabah lain, Tommy Yusman juga merasa kecewa dengan Kementerian BUMN yang, kata dia, lebih mengutamakan pembayaran nasabah tradisional di Jiwasraya. Padahal, asuransi nasabah tradisional sudah tercover dari reasuransi.

Tommy memandang, nasabah produk JS Saving Plan, berperan besar terhadap penyelamatan keuangan Jiwasraya.

"Dari jauh hari mestinya dia sudah bangkrut kan. Ternyata kami yang membiaya itu. Kenapa sekarang giliran untuk bayar kembali ke kami, kami malah di belakang, itu yang kami tidak setuju. Tolong statement itu ditarik diperbaiki omongannya," kata Tommy.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading