Sakit Hati Para Nasabah Jiwasraya, Tuding Sri Mulyani & Erick

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
12 February 2020 14:37
Nasabah PT Asuransi Jiwasraya mengaku merasa terluka karena sikap pemerintah yang sampai saat ini tidak memberikan progress Jiwasraya.
Jakarta, CNBC Indonesia - Nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengaku merasa terluka karena sikap pemerintah yang sampai saat ini tidak memberikan progress atas penyelesaian megaskandal Jiwasraya.

Salah satu nasabah Jiwasraya, Machril mengatakan nasabah Jiwasraya tidak sama sekali memiliki keterkaitan dengan kasus hukum yang mendera Jiwasraya saat ini.

Pasalnya beberapa waktu lalu, di hadapan para pengusaha Menteri Keuangan Sri Mulyani, menegaskan bahwa pemerintah sampai saat ini, memastikan bahwa penindakan hukum atas kasus Jiwasraya benar ditegakkan.


Kementerian Keuangan, kata Sri Mulyani juga terus bekerja sama dengan Menteri BUMN, Kejaksaan, dan aparat penegak hukum akan tetap mendorong pengusutan kasus tersebut. Kendati demikian, sampai saat ini, pemerintah belum bisa melakukan tindakan apabila penegakan hukum benar-benar terjadi.

Sakit Hati Para Nasabah Jiwasraya, Tuding Sri Mulyani & ErickFoto: Nasabah Jiwasraya. (CNBC Indonesia/Cantika Dinda)


"Saya sebagai Menteri Keuangan hanya bisa melakukan suatu tindakan, karena ini miliknya pemerintah, apabila saya diyakinkan bahwa law enforcement terjadi," kata Sri Mulyani di hadapan para pengusaha di Hotel Kempinski beberapa waktu lalu.

Pernyataan itu, menurut Machril membuat hati para nasabah Jiwasraya terluka. Pasalnya mereka sebagai nasabah sendiri, tidak ada sangkut pautnya dengan kasus hukum tersebut. Sehingga seharusnya pemerintah harus bertanggung jawab, bagaimana pun situasi yang ada.

"Keterangan Bu Sri Mulyani bahwa masalah pembayaran nanti setelah masalah hukum selesai. sebenarnya kami tidak terkait masalah hukum," kata Machril di kantor OJK, Rabu (12/2/2020).

"Kami clear, satu orang pun tidak terlibat dengan kejadian tersebut. Jadi jangan dikaitkan seperti hal itu, itu yang menyakitkan. Itu yang kami tegaskan. dan terus terang penjelasan Bu Sri Mulyani itu kami tidak suka," katanya melanjutkan.

Nasabah lain, Tommy Yusman juga merasa kecewa dengan Kementerian BUMN yang, kata dia, lebih mengutamakan pembayaran nasabah tradisional di Jiwasraya. Padahal, asuransi nasabah tradisional sudah tercover dari reasuransi.

Tommy memandang, nasabah produk JS Saving Plan, berperan besar terhadap penyelamatan keuangan Jiwasraya.

"Dari jauh hari mestinya dia sudah bangkrut kan. Ternyata kami yang membiaya itu. Kenapa sekarang giliran untuk bayar kembali ke kami, kami malah di belakang, itu yang kami tidak setuju. Tolong statement itu ditarik diperbaiki omongannya," kata Tommy.




[Gambas:Video CNBC]






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading