Apa Itu Virus Corona China yang Gegerkan Dunia?

News - Yunik Astutik, CNBC Indonesia
28 January 2020 11:03
Apa itu virus corona yang ditemukan di China?
Jakarta, CNBC Indonesia - Liburan Tahun Baru Imlek 2020 menjadi suram di daratan China akibat virus corona yang disebut menyebar dengan sangat cepat. Korban jiwa terus bertambah hingga awal pekan ini.

Mengutip CNBC International, Selasa (28/1/2020) otoritas China menghitung hingga saat ini virus corona telah menewaskan 106 orang dan menginfeksi lebih dari 4500 orang. Mayoritas kasus akibat virus ini dilaporkan berada di daratan China, tempat di mana asal mula virus tersebut berasal.

Virus corona juga telah membuat ketidakpastian di China. Pasalnya penyebaran virus bertepatan dengan liburan Tahun Baru Imlek - yang biasanya akan mendorong perjalanan, belanja, dan pemberian hadiah.


Virus corona mulai mewabah di Wuhan, China, pada Desember lalu. Para pejabat negara mengatakan virus corona mungkin berasal dari hewan liar yang dijual di Pasar Makanan Laut Huanan (Huanan Seafood Market) yang terletak di pusat kota Wuhan.

Sebab, penderita awal yang terjangkit virus dengan nama lain 2019-nCoV merupakan karyawan di Huanan Seafood Market. Pihak berwenang percaya, virus itu kemungkinan berasal dari binatang buas di pasar makanan laut meskipun sumber pastinya masih belum ditentukan.

Asal tahu saja, Pasar Makanan Laut Huanan memang menjual berbagai macam makanan unik. Disebut unik karena menjajakan berbagai binatang liar. Mulai dari anak serigala, rubah hidup, buaya, salamander raksasa, ular, tikus, burung merak, landak, daging unta hingga musang.

Binatang-binatang tersebut merupakan spesies yang disebut masih erat kaitannya dengan Server Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang juga pernah menghebohkan pada 2002 sampai 2003 lalu.

Menurut peneliti, virus corona merupakan virus yang menginfeksi hewan. Namun, seiring berjalan waktu dan berevolusi, virus ini bisa menular ke manusia.

Meski membuat kepanikan, namun profesor penyakit menular dan kesehatan global di University of Oxford, Peter Horbyn menyebut jika virus corona lebih ringan dari SARS.

Virus corona mempunyai gejala mirip dengan flu biasa. Gejala lainnya pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala dan demam. Bagi orang yang sistem kekebalan tubuhnya sedang lemah, misalnya orang tua dan anak-anak, virus ini bisa menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang lebih serius. Mulai dari pneumonia sampai bronkitis.

Dari China, virus ini tercatat telah menyebar tak hanya ke wilayah otonomi seperti Hong Kong dan Macau, tapi juga ke beberapa negara sejauh ini. Termasuk Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat (AS), Singapura hingga Thailand.

Meski demikian, Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), menyatakan virus ini belum bersifat darurat. Sehingga tidak perlu dikategorikan sebagai darurat global, seperti virus SARS.



[Gambas:Video CNBC]





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading