Jokowi: Zaman Now, Data Lebih Berharga dari Minyak

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
24 January 2020 15:11
Bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi), penggunaan data kini jauh lebih berharga ketimbang minyak.
Jakarta, CNBC IndonesiaMinyak bumi dan gas sudah lama menjadi bagian penting dari kehidupan manusia. Namun, ternyata ada satu hal lain yang jauh lebih berharga ketimbang minyak bumi dan gas.

Bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi), penggunaan data kini jauh lebih berharga ketimbang minyak. Data yang valid, merupakan kunci kesuksesan dalam membangun suatu negara untuk lebih maju ke depan.

"Saat ini data adalah new oil. Bahkan lebih, bahkan lebih berharga dari minyak," kata Jokowi saat memberikan arahan dalam perencanaan pelaksanaan sensus penduduk di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/1/2020).


"Karena data yang akurat sangat penting untuk menyusun perencanaan yang benar. Data yang akurat penting untuk buat keputusan tepat," jelasnya.


Jokowi memandang, data dibutuhkan pemerintah untuk mengeksekusi sejumlah proyek strategis. Kepala negara, pun kerap kali harus mengecek dua kali sebelum memastikan sebuah eksekusi program tepat sasaran.

"Saya kalau ragu, sering sekali telepon ke Pak Kepala BPS [Suhariyanto]. Pagi, kadang tengah malam. Datanya seperti apa. Sebentar Pak, tunggu, enggak ada satu jam sudah dikirim," katanya.

"Dari situlah perencanaan dimulai dan keputusan tepat bisa dieksekusi, program bisa dieksekusi. jangan pakai feeling, bahaya. Bahaya sekali," jelasnya.


Sebagai informasi, sensus penduduk sendiri dilakukan satu kali dalam satu tahun sesuai dengan mandat dalam Undang-Undang (UU) 16/1997 tentang Statistik. BPS, diberikan amanat untuk melakukan sensus.

Jokowi berharap, sensus penduduk yang dilakukan kali ini bisa menghasilkan suatu data kependudukan yang mutakhir. Data tersebut diharapkan bisa bermanfaat di masa yang akan datang.

"Data penduduk merupakan data dasar untuk membuat perencanaan di berbagai bidang. Dan data hasil sensus penduduk 2020 nantinya tidak hanya bermanfaat untuk perencanaan masa kini namun juga proyeksi sampai 2050," jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]




(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading