Chevron Ogah Ngebor Lagi di Blok Minyak Raksasa RI, Kenapa?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
20 January 2020 16:39
Kontrak akan habis di 2021, Chevron diketahui sudah tak mau ngebor di blok Rokan sejak 2019.
Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memanggil 10 besar Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas produksi lifting migas tahun 2019, kendala dan hambatan investor serta migas, dan lain-lain.

Hadir dalam RDP ini Presiden Direktur ExxonMobil Cepu Ltd Louise McKenzie, Presiden Director Chevron Pacific Indonesia Albert Simanjuntak, Presiden Direktur PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf dan lain-lain.

Dalam paparannya Bos Chevron Albert Simanjuntak menerangkan terkait transisi Blok Rokan yang akan habis pada 8 Agustus 2021 mendatang. Terkait transisi Rokan, pemerintah ingin secepatnya dilakukan mengingat produksi terus menurun.


Dalam paparannya Chevron menyebut sudah tidak melakukan pengeboran lagi di Blok Rokan karena menilai sudah tidak ekonomis. Laju produksi di Blok Rokan terus menurun dari tahun ke tahun.

[Gambas:Video CNBC]


Tahun 2019 produksi 190 ribu barel per hari, dan diperkirakan tahun 2020 akan kembali terjadi penurunan di 161 ribu barel per hari. Kondisi ini akan terus menurun sampai ke tahun 2021.

Albert menyebut beberapa langkah yang lakukan sebagai upaya menahan laju produksi. Pertama, alih kelola Blok Rokan ke SKK Migas selanjutnya Pertamina dilakukukan aman dan lancar sehingga produksi bisa dimimalkan penurunannya.



Kedua, optimalisasi kerja ulang dan perbaikan sumur dengan menggunakan tekhnologi digital. Ketiga, Duri Steamflood meningkatkan pekerjaan stimulasi dengan uap dan optimisasi distribusi uap.

"Kami sudah mulai melakukan proses alih kelola sejak awal tahun lalu di bawah koordinasi SKK Migas dengan bentuk tim koordinasi, proses ini sudah berjalan dengan baik kami punya jadwal sudah terpenuhi," jelasnya, Senin, (20/01/2020).

Lebih lanjut dirinya mengatakan upaya keempat yang dilakukan adalah waterflood. Memperbaiki distribusi injeksi air untuk meningkatkan respon dan reservoir. Terakhir program comprehensive Pipeline Maintenance (CPM) untuk mempertahankan kehandalan pipa air dan menghindari potensi penghentian produksi.

"Mengingat saat inu kami sudah gak ekonomis untuk bor sumur, terakhir kami bor tahun 2018 sebanyak 89 sumur, 2019 kami fokus lakukan workover dengan gunakan digital teknologi yaitu memilih kandidat-kandidat sumur yang dikerjakan dan meminimalisir downtime kita," jelasnya. 
(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading