Proyek Tol Baru Bakal Sulit Dibangun di Bali, Kenapa?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
16 January 2020 12:43
Proyek Tol Baru Bakal Sulit Dibangun di Bali, Kenapa? Foto: Foto: Dok. Jasamarga Bali Tol
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat saat ini tengah membangun jalan pintas ruas Mengwitani-Singaraja dengan panjang sekitar 12,76 kilometer (km) sebagai dukungan pengembangan pariwisata di Bali.

Jalan pintas ini semacam pengganti tol yang memang dihindari dibangun di Bali. Di Bali, saat ini baru ada satu Tol Bali Mandara sepanjang 12 Km yang membelah perairan laut.

Jalan pintas tersebut akan memperpendek jarak tempuh dari Denpasar ke Singaraja dari 3 jam menjadi 2 jam dengan mengurangi jumlah kelokan yang ada terutama di kawasan Bali bagian Selatan dan Utara.


Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pengembangan jalan yang menghubungkan dari Denpasar ke Singaraja tersebut sangat dibutuhkan karena saat ini kondisinya sempit dan berkelok-kelok.



Jalan pintas tersebut akan dibangun pada 10 lokasi. Lokasinya untuk titik 1 sampai 4 di wilayah Kabupaten Tabanan yang tujuannya untuk mengurai kemacetan, sedangkan titik 5 sampai 10 dibangun di Kabupaten Buleleng.

"Di Bali kita menghindari membangun tol, karena ekonomi kerakyatannya sangat menonjol," kata Basuki, dikutip laman resmi Sekretariat Kabinet, Kamis (16/1/2020).

"Dari 10 lokasi diprioritaskan yang titik 5 dan 6, karena ada 15 kelokan dengan shortcut jadi hanya 5 kelokan," kata Basuki.

Saat ini Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII telah menyelesaikan pembangunan shortcut di 4 lokasi yakni shortcut 3, 4, 5, 6, dan telah dibuka untuk umum pada Tahun Baru 2020 kemarin.

Pembangunan jalan SC 3 dilakukan sepanjang 480 meter dengan alokasi anggaran Rp 12,1 miliar dan SC 4 dikerjakan untuk konstruksi jalan sepanjang 1.096 meter dilengkapi dua jembatan masing-masing 198 meter dan 287 meter dengan dana pembangunan Rp 116,2 miliar.

Adapun konstruksi SC 5 dan 6 dilakukan dengan anggaran tahun jamak 2018-2019 senilai Rp 140,6 miliar untuk pembangunan 1.740 meter dan jembatan 210 meter.

Kepala BBPJN VIII Ahmad Subki menyebutkan dengan selesainya shortcut 3, 4 dan 5, 6 akan memangkas waktu tempuh dari batas kota Singaraja sampai Mengwitani.

"Jika dari Denpasar ke Singaraja biasanya 2 jam 30 menit hingga 3 jam bisa menjadi 1 jam 30 menit hingga 2 jam. Dengan disempurnakannya jalan, kecepatan jalannya bisa lebih tinggi, paling tidak 50 km/jam," ujarnya.

Sejak dibuka secara resmi oleh Gubernur Bali I Wayan Koster pada 30 Desember 2019 lalu, ruas jalan shortcut titik 5-6 jalur Denpasar-Singaraja via Bedugul, menjadi tempat swafoto bagi sejumlah pengendara.

Pengguna jalan yang melintas sengaja berhenti di beberapa titik, terutama di jembatan sepanjang 210 meter.

Untuk itu, BBPJN VIII Kementerian PUPR telah merencanakan shortcut titik 5-6 akan dilengkapi rest area, agar pengguna jalan dapat puas berfoto maupun istirahat sejenak secara aman tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Selanjutnya, masih ada beberapa ruas yang harus dikerjakan yaitu titik 7, 8 dan 9, 10. Untuk titik 7 dan 8, direncanakan pada tahun 2020 sudah akan dilaksanakan pembangunannya dan kini dalam proses penyempurnaan desain.

"Awal Januari 2020 sudah masuk tender. Terutama yang shortcut 7 Januari 2020 ini sudah masuk pengumuman lelang," kata Subki.

"Keseluruhannya tergantung sejauh mana percepatan lahan oleh Pemda setempat. Kalau desain sudah hampir selesai semua, tinggal masyarakat bahu-membahu menyelesaikan proses pembebasan lahannya biar konstruksinya cepat dimulai oleh kita," jelasnya.

Seluruh ruas jalan pintas akan dibangun dengan lebar jalan 7 meter dan bahu jalan dua meter dan dilengkapi lampu penerangan jalan. Nantinya apabila jalan pintas sudah selesai, jalan lama tetap difungsikan dan akan dilakukan manajemen lalu lintas menjadi satu arah.

Kabupaten Buleleng yang berada di Bali Utara terkenal dengan wisata lumba-lumba di kawasan Pantai Lovina. Sisi lain Pantai Lovina juga menyajikan keindahan yang berbeda dengan pasir lembut berwarna putih agak kehitaman yang menawarkan sunrise dan sunset indah.

Hal menarik lain dari Buleleng sendiri adalah air terjun dan danau. Tak kurang dari 10 air terjun yang ada di Buleleng, termasuk di antaranya Air Terjun Gitgit, Munduk, dan Aling-Aling. Danau Buyan di Buleleng diapit oleh Danau Tamblingan di sisi barat dan Danau Beratan di sisi timur. Juga menawarkan destinasi wisata alam yang menarik.



[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading