Murka Tak Reda, Rakyat Iran Kini Demo Mengecam & Usir Ulama

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
14 January 2020 11:21
Murka rakyat Iran kepada pemerintah mereka belum mereda, demo kini menjadi mengecam dan mengusir ulama
Jakarta, CNBC Indonesia - Protes di Iran memasuki hari ketiga, setelah pihak berwenang mengakui menembak jatuh sebuah pesawat milik Ukraina. Para demonstran masih terlihat memenuhi jalan melakukan aksi protes dan mengecam pemimpin negara tersebut.

Polisi anti huru hara pun dikerahkan untuk menghadapi para demonstran.

Presiden Iran menyebut jatuhnya pesawat Ukraina minggu lalu sebagai "kesalahan fatal", dan mengatakan ada error dalam respons pertahanan udaranya negara tersebut. Mengingat Iran sedang dalam posisi waspada di tengah konflik panas dan ancaman serangan rudal kepada AS. 


Dalam sebuah video terlihat para demonstran yang sebagian besar para siswa meneriakkan kata-kata "Ulama enyahlah!" Di luar universitas di Isfahan dan di Teheran, dengan polisi anti huru hara bersiaga di jalan itu.

[Gambas:Video CNBC]


Untuk diketahui, aksi demo warga Iran ini merupakan hal paling serius yang terjadi di sepanjang konflik Washington dan Teheran sejak revolusi Iran pada 1979. 

Sebelumnya, Iran membantah klaim AS bahwa negara itu menembak jatuh pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Ukraine International Airlines. Setelah mengakui, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan negaranya "sangat menyesali kesalahan yang menghancurkan ini" dan "pikiran serta doanya ditujukan kepada semua keluarga yang berduka."



Aksi protes tersebut mendapat dukungan dari Presiden AS Donald Trump. Ia menyampaikan dukungannya melalui Twitter untuk para demonstran, mengatakan pemerintahannya akan "terus mendukung anda (masyarakat Iran)."

Demikian juga, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyatakan dukungannya untuk para demonstran dan meminta kekuatan Eropa untuk meningkatkan tekanan pada rezim Iran.


(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading