SKK Buka-bukaan Harga Gas RI, Bisa Sentuh US$ 10/MMBTU

News - Rahajeng Kusumo, CNBC Indonesia
09 January 2020 20:35
SKK Buka-bukaan Harga Gas RI, Bisa Sentuh US$ 10/MMBTU
Jakarta, CNBC Indonesia- Presiden Joko Widodo meminta harga gas bisa turun agar bisa lebih terjangkau bagi industri pengguna gas. Pemerintah pun membuat beberapa kajian untuk menurunkan harga gas dalam beberapa bulan ke depan.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan secara rata-rata harga gas di sisi hulu sekitar US$ 5,4 per mmbtu, namun bisa juga bervariasi. Sementara untuk harga gas dari blok offshore atau lepas pantai bisa lebih tinggi dari nilai tersebut.

"Tetapi dalam perjalanannya sampai di industri kalau langsung ke  KKKS bisa US$ 6-7 per mmbtu, tapi yang lewat trading bisa US$ 8-9 pe mmbtu porsi ini yang harus dibuka," kata Dwi, Kamis (09/01/2020).


Sementara untuk pipa gas ke Singapura pun menurut Dwi harganya cukup tinggi, sekitar US$ 10 per mmbtu. "Ini harus dilihat blok per blok, posisi keekonomian kalau di upstream kan selalu di audit BPK," katanya.



Menurutnya dari sisi hulu, untuk sumber gas yang mulai dari proses survei, bor, eksplorasi, dan investasi butuh biaya sangat besar harganya bisa sekitar US$ 5 per mmbtu, ini nanti masih perlu proses untuk sampai dikonsumsi industri. Dari sisi hulu, juga perlu dilihat nilai keekonomian harga gas untuk wilayah masing-masing blok agar tetap menarik bagi investor. 


[Gambas:Video CNBC]


Selain itu, dari tiga opsi yang ada, bagian pendapatan negara yang bisa dikurangi tengah dihitung porsi mana yang bisa dipotong, bisa pajak, insentif untuk menekan harga gas.

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK MIgas Arief Setiawan Handoko mengatakan untuk menurunkan harga gas menurut SKK Migas harus diketahui komponen harga gas sampai di end user, seperti harga hulu, transportasi, toll fee, hingga margin di midstream user. Investasi hulu sangat besar, harapan SKK migas jika ada margin jangan sampai kalah dengan yang midstream.



"Kalau memang ada harga baru maka kita akan coba efisiensi, sebisa mungkin untuk memenuhi itu," katanya

Sementara untuk impor LNG hingga 2021 masih dalam taraf aman, dalam kurun 2021-2026 barulah agak ketat, dan pada 2026 Indonesia akan mengalami kelebihan produksi gas.

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading