MARKET DATA

Luhut: Saya Tak Mungkin Tukar Kedaulatan RI dengan Investasi

Anisatul Umah,  CNBC Indonesia
07 January 2020 19:25
Luhut: Saya Tak Mungkin Tukar Kedaulatan RI dengan Investasi
Foto: Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (CNBC Indonesia/Cantika Dinda)
Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara soal sindiran publik yang menilai ia melemah menghadapi China saat mengawal isu Natuna. 

Menurutnya, selama ini ia sangat mengawal isu kedaulatan RI di laut Natuna dan memantau betul kondisi keamanan di sana. Tidak ada hubungannya dengan nilai maupun rencana investasi dari China yang akan masuk ke Indonesia, yang selama ini masuk. "Saya tidak mungkin menukar kedaulatan kita dengan investasi," kata Luhut saat dijumpai di kantornya, Selasa (07/1/2020). 

Tapi, katanya, apa mesti harus berkelahi di Natuna?

Menurutnya, setelah bicara dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan mencari solusi serta strateginya, kemungkinan Indonesia sendiri tidak siap. "Kita sendiri tidak siap, kita tidak menyiapkan diri kita berpuluh tahun."

[Gambas:Video CNBC]



Ia juga menjelaskan, banyak yang salah paham soal hangatnya pemberitaan belakangan hari ini setelah didiskusikan bersama dengan pemangku kepentingan lain. Ke depan, Luhut ingin pangkalan nelayan di Laut Natuna lebih siap dan kuat. 

"Pangkalan nelayan di Natuna tidak pernah siap, sehingga akan kita pindahkan nelayan dari pantai utara ke sana dan mereka harus punya pangkalan yang bagus, kita juga harus punya tanker. Sekarang kita tidak punya, kita semua jalan."

Ia juga membantah, bahwa selama ini dirinya hanya membuka diri terhadap China, karena Indonesia juga membuka pintu investasi untuk negara lain seperti Timur Tengah dan lainnya. 

"Kalau orang bilang kita ke China segala macam, itu tidak benar. Kita tidak akan jadi budak satu negara. Kita punya harga diri," terangnya selepas Perayaan Natal bersama Kemenko Marves, di Auditorium BPPT II, Selasa, (7/01/2020).

(gus/gus) Add logo_svg as a preferred
source on Google
Next Article Buka-bukaan Luhut, dari Tudingan Pro China hingga Natuna


Most Popular
Features