Terpopuler sepekan

Perkenalkan Avangard, Senjata Hipersonik Canggih Milik Rusia

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
04 January 2020 19:22
Perkenalkan Avangard, Senjata Hipersonik Canggih Milik Rusia
Moskow, CNBC Indonesia - Perlombaan persenjataan antara negara-negara dunia semakin sengit. Beberapa waktu lalu, Rusia mengumumkan senjata baru bernama Avangard.

Dilansir CNBC International, senjata ini sudah lama dipersiapkan Rusia, tepatnya sejak 2016. Akan tetapi, uji coba yang dilakukan hingga 2017 selalu menuai kegagalan lantaran jatuh beberapa detik sebelum mencapai target.

Setahun kemudian, pengujian lebih serius dilakukan. Dari laporan TASS, Avangard dikabarkan memiliki jangkauan antarbenua dan kemampuan untuk terbang secepat Mach 20 lebih dari 15.000 meter per jam.


Hipersonik didefinisikan memiliki kecepatan Mach 5 atau lebih dari 3.806 mph. Avangard bahkan disebut mampu menghindari radar pertahanan AS. Bahkan Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim tidak ada satupun negara yang memiliki senjata hipersonik seperti yang dimiliki Rusia.

"Tidak ada satu negara pun yang memiliki senjata hipersonik, apalagi senjata hipersonik rentang benua," kata Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan Dewan Kementerian Pertahanan Rusia.

Senjata hipersonik yang telah dikembangkan selama tiga tahun ini, disinyalir bisa menyerang Amerika Serikat (AS) jika negara itu ingin berperang.



Sementara itu, AS dikabarkan belum memiliki senjata lain untuk menandingi Avangard. Dengan kecepatan dan kemampuan manuver, Avangard dikatakan akan sulit sekali dilacak dan dikalahkan.

"Moskow sudah membuat senjata ini selama tiga tahun dan dirancang sebagai rudal balistik antarbenua," kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dilansir dari CNBC International.

Pada Maret 2018, Putin memang mengakui akan meluncurkan enam senjata baru. Saat itu, ia mengatakan kecepatan senjata yang dimiliki Rusia bakal mencapai 20 kali lipat dari kecepatan suara.

Meski demikian, Pentagon juga dikabarkan sedang mengembangkan senjata baru. Menteri Pertahanan AS Mark Esper bahkan mengatakan senjata itu bisa digunakan beberapa tahun lagi.

Hubungan AS dengan Rusia kembali memanas karena AS meloloskan RUU tentang sanksi bagi perusahaan-perusahaan asing yang terlibat dalam pembangunan pipa gas Nord Stream Two. Pipa itu membentang dari Rusia hingga Jerman.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Baca Juga
Features
    spinner loading