PUPR: Banjir Jakarta Bukan karena Kiriman

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
02 January 2020 15:43
DKI Jakarta dan sekitarnya direndam banjir di hari pertama tahun 2020, Rabu (1/1/20) kemarin
Jakarta, CNBC Indonesia - DKI Jakarta direndam banjir di hari pertama tahun 2020, Rabu (1/1/20) kemarin. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Kementerian PUPR Bambang Hidayah, menjelaskan penyebab banjir di pembuka tahun tersebut.

Dikatakan, pada 31 Desember 2019 ketika malam pergantian tahun, Jakarta diterjang hujan lebat. Tak hanya intensitasnya yang tinggi, hujan tersebut juga bertahan dalam waktu yang cukup lama.

"Malam tahun baru sampai pagi itu kan hujan deras di DKI Jakarta, hujan lebat. Sementara di Bogor itu hujannya masih kecil sampai sedang. Waktu itu ya, waktu malam tahun baru itu," ungkap Bambang kepada CNBC Indonesia ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (2/1/2019).




Saat itu, pada pagi harinya DKI sudah dilanda banjir. Bambang menyebut terdapat beberapa wilayah di DKI Jakarta yang sudah direndam banjir sejak Rabu pagi.

"Jadi itu banjir kemarin pagi itu bukan banjir kiriman tapi betul betul-betul banjir lokal di DKI," tegas Bambang.

Dia lantas menuturkan, kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa ada persoalan pada antisipasi banjir di DKI Jakarta. Biang keroknya adalah kapasitas sungai-sungai di Jakarta yang tak lagi mampu menampung hujan lebat.

"Nah jadi itu jelas menandakan bahwasanya kapasitas sungai-sungai di DKI itu tidak lagi mampu menampung air hujan," tandasnya.

Bambang mengaku, banjir kiriman dari wilayah sekitar Jakarta baru terjadi pada Rabu sore hingga malam harinya. Hal ini ditandai dengan derasnya debit air sungai, termasuk status siaga 1 pintu air Manggarai sejak pukul 23.00 WIB semalam.

"Nah jadi sejak jam 6 sore sampai malamnya itu sudah akumulasi banjirnya. Akumulasi banjir lokal dengan dengan dari Bogor, sorenya ya," urainya.

[Gambas:Video CNBC]


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading