Internasional

Takut Trump PHP, Ini Strategi China bila Perang Dagang Lanjut

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
26 December 2019 14:30
China pererat kerja sama dengan Jepang dan Korsel
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China berupaya mempererat hubungan dagangnya dengan negara-negara kawasan Asia Timur. Ini menjadi salah satu strategi di tengah proses perdamaian perang dagangnya dengan Amerika Serikat (AS).

Channel News Asia (CNA) melaporkan pada Kamis (26/12/2019), China telah membuat tawaran perdagangan dengan Jepang dan Korea Selatan. Tawaran itu termasuk memberikan dukungan untuk inisiatif infrastruktur negara tersebut.


Pada pertemuan Rabu (25/12/2019), Perdana Menteri China Li Keqiang dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengaku akan memperkuat kerja sama ekonomi di pasar negara ketiga.


"China akan lebih jauh membuka industri layanannya ke Jepang," kata Li Keqiang, sebagaimana dilaporkan CNA.

Sementara itu, dalam pertemuan terpisah pada di awal minggu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Li mengatakan China bersedia untuk terjun ke proyek jaringan kereta api yang menghubungkan Korea dengan China dan Eropa.


Li menekankan hubungan perdagangan China dengan Jepang dan Korea Selatan amat penting, terutama untuk menjaga stabilitas dan perdamaian regional.

"Negara-negara ini akan mempercepat perundingan pada perjanjian dan berusaha untuk mewujudkan lingkungan perdagangan dan investasi yang bebas, adil, tidak diskriminatif, transparan, dapat diprediksi dan stabil," kata pernyataan itu.

Pada 2018, nilai perdagangan di antara ketiganya mencapai lebih dari US$ 720 miliar.

Sebelumnya, AS dan China menghadapi perang dagang lebih dari setahun. Namun saat ini, proses perdamaian tengah dilakukan antara dua negara ini.

Seperti diketahui, kedua ekonomi terbesar di dunia itu hampir mencapai kesepakatan awal yang diharapkan akan mampu menghentikan perang dagang mereka yang sudah berlangsung selama dua tahun terakhir.

Pada pekan lalu, Presiden AS Donald Trump juga telah menyatakan bahwa pembicaraan dagangnya dengan Presiden China Xi Jinping mengenai kesepakatan Fase I itu telah berjalan sangat baik.

Namun begitu, hingga kini rincian dari kesepakatan Fase I itu belum dipublikasikan secara tertulis. Para pejabat perdagangan mengatakan alasannya adalah karena masih ada kendala dalam hal terjemahan dan beberapa hal lainnya.

[Gambas:Video CNBC]


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading