Anies Bidik Pajak Rp8 T, Termasuk dari Mobil Mewah Crazy Rich

News - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
13 December 2019 12:44
Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) DKI Jakarta 2019 ditargetkan bisa mencapai Rp 8,8 triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) berkontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta. Tahun 2018, DKI Jakarta menerima pendapatan Rp8,5 Triliun dari PKB.

Penerimaan PKB ditargetkan lebih tinggi pada tahun 2019 menjadi Rp8,8 triliun. Namun, kenyataannya sampai saat ini masih ada yang menunggak. Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) mencatat ada 1.094 kendaraan mewah yang pajaknya menunggak pajak per 6 Desember 2019. Keberadaan mobil mewah lainnya terus disisir para petugas BPRD di bawah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kita berusaha terus mudah-mudahan tercapai untuk tahun 2019. Tahun 2018 sebesar Rp8,5 T, untuk tahun 2019 sebesar Rp8,8 T yang tercapai [masih] 94%," katanya.




"[Sementara] 6% sisanya digenjot untuk sampai akhir tahun," kata Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Faizal Syafruddin kepada CNBC Indonesia, Kamis, (12/12/2019).

Pada 2019 tinggal hitungan hari, Syafruddin mengaku optimistis target PKB bisa terpenuhi. Sosialisasi dilakukan, bahkan Pemda DKI Jakarta memberikan insentif berupa keringanan pajak khusus pada tahun ini.

Menurut Syafruddin, beberapa alasan yang membuat pemilik kendaraan mewah belum membayar pajak adalah kesibukan mereka. Kemudian, ada yang lupa untuk membayar pajaknya. Alasan lainnya, pemilik kendaraan mencoba menghindar dari kewajiban bayar pajak.

Untuk satu kendaraan mewah, tarif pajak yang wajib dibayarkan berkisar antara Rp50-100 juta bahkan lebih setiap tahun tergantung harga kendaraan.

Tantangan petugas adalah tak sedikit pemilik kendaraan mewah memakai KTP orang lain dalam dokumen kepemilikan kendaraan. Di kawasan Jakarta Timur, petugas bahkan harus masuk ke gang sempit dan menemukan rumah pemilik yang dianggap kontras dengan kemampuan membeli mobil mewah.

"Kami harapkan warga DKI yang menunggak pajak menggunakan keringanan tahun 2019. Keringanan pajak berakhir tanggal 30 Desember, tanggal 1 Januari 2020 akan normal kembali," katanya.

"Para pemilik mobil mewah juga saya harapkan untuk segera memperbarui data kendaraannya karena ke depan akan menggunakan single identification number sehingga tidak bisa berkelit menggunakan KTP orang lain dalam kepemilikan kendaraan mewah," kata Syafruddin.

[Gambas:Video CNBC]


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading