Internasional

Kala Perang Dagang Jadi Mimpi Buruk bagi Industri Mainan AS

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
10 December 2019 07:20
Kala Perang Dagang Jadi Mimpi Buruk bagi Industri Mainan AS
Jakarta, CNBC Indonesia - Masa pra-Natal atau waktu menjelang hari raya Natal, biasanya jadi hari-hari yang membahagiakan bagi perusahaan mainan Amerika Serikat (AS).

Ini dikarenakan pada masa ini penjualan mainan biasanya meningkat dan merupakan kesempatan bagi perusahaan untuk meraup laba.


Namun, tahun ini hal itu terancam tidak akan terjadi karena Presiden AS Donald Trump mempunyai tarif impor baru yang sudah ia rencanakan akan diterapkan dalam waktu dekat di bulan Desember ini.

"Ini benar-benar mimpi buruk sebelum Natal," kata Jay Foreman, Kepala Eksekutif Basic Fun!

Seperti diketahui, pada 15 Desember nanti, pemerintahan Trump akan mengenakan tarif impor 15% tambahan senilai US$ 155 miliar untuk produk-produk buatan China.


Berbeda dengan tarif sebelumnya yang menargetkan barang-barang industri dan petani Amerika, tarif baru ini akan diterapkan ke berbagai barang lainnya, termasuk ponsel, laptop dan tablet, perlengkapan kantor dan sekolah, hiasan Natal, sebagian pakaian, dan mainan.

"Banyak perusahaan akan gulung tikar," kata Foreman, sebagaimana dikutip dari The Guardian.

Selain Foreman, Kepala Eksekutif perusahaan mainan Learning Resources Rick Woldenberg juga turut menyampaikan kecemasannya akan apa yang menghadang di depan para pengusaha mainan ini.

"Ini tanggal 4 Desember dan saya bahkan tidak tahu bagaimana saya akan mulai membayar bea 15% dalam 11 hari. Ini tidak bisa saya mengerti," katanya.

"Saya tanpa sadar menjadi bagian dari acara reality show TV sekarang (perang dagang) dan saya tidak bisa turun dari panggung. Bagaimana ini bisa terjadi?"


Menurut Woldenberg, apabila benar diterapkan, tarif Trump yang baru ini bisa menghanguskan semua laba perusahaannya di 2019.

Tarif baru juga berpotensi membuat posisi pekerjanya terancam dan mereka juga kemungkinan akan kehilangan bonus dan kenaikan gaji, katanya.

Perang dagang yang sudah berlangsung selama hampir dua tahun antara AS-China telah banyak merugikan pengusaha dan bisnis dari kedua negara.

Tarif baru yang mengancam juga dipastikan akan semakin merugikan perusahaan-perusahaan, utamanya perusahaan mainan AS yang banyak mengimpor mainan dari China.

Di mana sekitar 70% mainan AS dibuat di China. Bahkan, Basic Fun! mengimpor hampir 90% produknya dari China.

China dan AS saat ini sedang mengupayakan penandatanganan kesepakatan dagang Fase I, yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi perang dagang mereka.

Kesepakatan dagang Fase I merupakan hasil perundingan kedua ekonomi terbesar di dunia itu pada Oktober lalu di Washington.

Namun, menjelang 15 Desember, waktu di mana tarif tambahan akan diterapkan, kesepakatan Fase I belum juga ditandatangani.

Padahal, banyak pihak sebelumnya yakin bahwa tarif itu bisa dihindari apabila kedua negara berhasil menandatangani kesepakatan fase I sebelum tanggal tersebut.

Namun, kebuntuan di antara kedua negara, dan tuntutan China, telah menghambat proses penandatangan.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading