Harbolnas Bidik Rp 8 T, Fokus Tak Jual Barang Impor!

News - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
09 December 2019 15:41
Harbolnas Bidik Rp 8 T, Fokus Tak Jual Barang Impor!
Jakarta, CNBC Indonesia - Transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2019 ditargetkan naik menjadi Rp8 Triliun dari tahun 2018 sebesar Rp6,8 Triliun. Harbolnas 2019 digelar dari 11-12 Desember 2019.

Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (Indonesian E-Commerce Association/idEA) Ignatius Untung yakin target dapat tercapai. Ini bukan semata karena jumlah peminat Harbolnas meningkat, melainkan dukungan kemudahan pembayaran dan promo menarik dari perbankan.

"Kita menargetkan tidak muluk-muluk sebesar Rp8 triliun dari Rp6,8 triliun. [...] Event Harbolnas masih naik tapi landai. Bisa tercapai atau tidak? Kita yakin bisa," kata Ignatius dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (9/12/2019).


Harbolnas diikuti 265 pelaku usaha e-commerce. Platform e-commerce hasil alam, Sayur Box, Tani Hub, dan Brambang.com turut berpartisipasi. Harbolnas tahun ini difokuskan untuk pengembangan produk lokal. Khusus tanggal 11 Desember, semua promo ditujukan untuk produk lokal atau non impor.



Harbolnas 2019 menghadirkan Bank Mandiri sebagai official bank partner. Ada promo dan program menarik seperti diskon 80% bagi pemegang Mandiri Debit dan Mandiri Kartu Kredit di paltform online yang terdaftar dalam harbolnas.

Selain itu, layanan uang elektronik LinkAja juga turut berpartisipasi untuk kali pertama di Harbolnas. Metode pembayaran digital akan memberi rasa aman dan nyaman kepada konsumen sehingga bisa mendongkrak transaksi lebih tinggi dari sebelumnya.

"Source of growth datang dari payment karena payment yang kasih insentif ke konsumen. Ini yang memperluas karena payment kasih insentif ke konsumen," kata Ignatius.

Harbolnas 2019 juga didorong untuk meningkatkan perdagangan ekspor. Hanya saja berapa target ekspor dari Harbolnas 2019 belum dapat dijelaskan. Ignatius mengatakan asosiasi belum mempunyai data terkait. Lewat Harbolnas kali ini, asosiasi akan mengumpulkan data berkaitan dengan lalu-lintas penjualan untuk mengetahui nilai ekspor melalui e-commerce.

"Untuk Kita coba mengembangkan ke sana (ekspor) tapi tidak memberi target karena kita belum memiliki history," katanya.

"Jadi transaksi untuk ekspor dibeli oleh warga Indonesia yang tinggal tidak di Indoensia. Jumlahnya berapa? Tahun lalu belum punya, baru ini mau track, mulai diarahkan ke sana," katanya. (hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading