Banjir Kritikan Sea Games 2019, Filipina: Kami Terima

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
29 November 2019 10:42
Pemerintah Filipina banyak menuai kritik.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Filipina banyak menuai kritik setelah dianggap gagal menjadi tuan rumah dari penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara, Southeast Asian Games (SEA Games) 2019 di Manila.

Seperti dilaporkan beberapa media, pelayanan yang diberikan negara itu untuk para atlet dan tamu Sea Games tersebut tidak memadai.

Financial Times melaporkan pada Kamis (28/11/2019) bahwa para atlet yang seharusnya berlaga di ajang bergengsi tersebut tidak mendapat pelayanan yang layak. Mereka tidak mendapatkan hotel untuk menginap, sehingga terpaksa harus tidur di lantai sebuah gedung beramai-ramai.


Beberapa venue termasuk Stadion Rizal Memorial Manila yang seharusnya dijadikan tempat pertandingan sepak bola putra juga dikabarkan belum selesai direnovasi pada saat acara pembukaan semakin dekat. Acara pembukaan akan digelar pada Sabtu 30 November besok.

Berita itu langsung tersebar luas di berbagai media lokal dan internasional. Menanggapi hal itu, pemerintah Filipina mengatakan akan menerima semua kritik tersebut dan menjadikannya pelajaran untuk lebih baik ke depannya.

"
Sejumlah kritik telah muncul tentang bagaimana PHISGOC [Panitia Penyelenggara Sea Games 2019] menangani logistik dari acara penting ini, dan ini harus diterima dan dipertimbangkan untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukannya," kata Juru Bicara Kepresidenan, Salvador Panelo dalam sebuah pernyataan, dikutip beberapa media, termasuk media lokal, Manila Times.

PHISGOC atau Philippine Southeast Asian Games Organizing Committee merupakan Panitia Penyelenggara SEA Games Filipina. Lembaga ini adalah entitas swasta yang diberi wewenang oleh Presiden Rodrigo Duterte untuk mengatur dan mengadakan SEA Games.

"
Para kritikus ada benarnya. Memang ada yang salah dengan persiapannya," lanjutnya, sebagaimana dikutip dari Rappler.


Manila Times mengungkapkan, PHISGOC, yang dipimpin oleh Alan Peter Cayetano, telah diberondong oleh beberapa kontroversi, mulai dari tuduhan pengadaan bahan-bahan yang mahal, tidak mampu mengangkut tim sepak bola dari negara lain ke hotel masing-masing, kartu pers yang campur aduk dan sarapan yang tidak memadai untuk para atlet, ke tempat olahraga yang belum selesai.

Beberapa kritikus, termasuk Senator Franklin Drilon, bertanya mengapa PHISGOC diizinkan menangani pengorganisasian SEA Games, terlepas dari masalah korupsi yang disebutkan Presiden Rodrigo Duterte pada Juli lalu.

Panelo juga mengatakan Istana Kepresidenan Filipina, Malacanang, akan melakukan penyelidikan terpisah dari Senat terhadap kekacauan ini.

"
Kantor Presiden juga akan melakukan penyelidikan terpisah tentang penyimpangan dan penyelewengan dalam administrasi negara kita yang menyelenggarakan SEA Games segera setelah penyelenggaraan [event ini] berakhir," katanya.

Sebelumnya pada Selasa, Duterte telah menyampaikan kekesalannya terkait masalah dalam penyelenggaraan SEA Games ke-30 di Filipina ini. Duterte menganggap salah satu penyebab kekacauan ini akibat adanya tindakan korupsi. Ia meminta dilakukan penyelidikan terhadap masalah ini.

"
Presiden akan meminta penyelidikan dugaan korupsi. Itulah yang paling dia benci," kata Panelo, mengutip CNN Filipina.


Banjir Kritik Sea Games 2019, Filipina: Kami TerimaFoto: Inspeksi Aquatics Center Terbaru Menjelang SEA Games 2019 di New Clark, Tarlac, Filipina pada Kamis, 21 November 2019 (AP Photo/Aaron Favila)


"
Presiden tidak senang dengan apa yang dia dengar tentang kekacauan di SEA Games 2019. Keluhan tentang keterlambatan, transportasi, check-in, makanan. Serta dugaan korupsi, termasuk bentuk inkompeten, dia ingin menyelidikinya," tambahnya.

Duterte dan jajarannya dikabarkan akan melakukan penyelidikan dugaan korupsi kepada semua penyelenggara, termasuk Ketua DPR yang juga Ketua Panitia Penyelenggara SEA Games Filipina, Alan Cayetano.

SEA Games ke-30 akan digelar di Filipina dan dibuka pada Sabtu 30 November mendatang. Acara ini akan berlangsung selama 2 minggu hingga 11 Desember. Adapun upacara penutupan dilakukan pada 10 Desember mendatang.

Panitia memperkirakan akan ada hampir 10.000 atlet dari 11 negara partisipan dan 1.500 anggota media yang hadir di acara ini.


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading