Internasional

Profil Anak Eks Diktator yang Jadi Presiden & Wapres Filipina

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
10 May 2022 13:45
FILE PHOTO: Philippine presidential candidate Ferdinand

Jakarta, CNBC Indonesia - Ferdinand Marcos Jr. unggul dalam pemilihan Presiden Filipina, Senin (9/5/2022). Putra diktator yang juga mantan presiden Ferdinand Marcos Sr. itu memenangkan pemilu dengan suara telak.

Bongbong, nama panggilan Marcos Jr., berpasangan dengan Sara Duterte-Carpio, anak dari Rodrigo Roa Duterte yang menjabat sebagai presiden saat ini.

Marcos Jr. dilaporkan menang dengan hampir 30 juta suara. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat penghitungan saingan terdekatnya yang juga wakil presiden saat ini, Leni Robredo. Dengan latar belakang yang cukup kontras, Robredo merupakan mantan pengacara hak asasi manusia.


Marcos Jr. sendiri merupakan sosok dengan sejarah keluarga yang kontroversial. Dia adalah putra seorang diktator yang terlibat dalam korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia, dan digulingkan setelah dua dekade berkuasa di salah satu negara Asia Tenggara itu.

Berikut hal yang perlu diketahui tentang Bongbong dan Sara yang akan menjabat pada Juni mendatang, dilansir dari berbagai sumber.

Ferdinand Romualdez Marcos Jr.

Pria kelahiran 13 September 1957 dan kini berusia 64 ini adalah satu-satunya putra Ferdinand Marcos, yang memerintah Filipina dari tahun 1965 hingga 1986.

"Ayah saya ingin saya masuk politik... Dia semacam memaksa saya dan mendorong ke arah itu," kata Marcos Jr. dalam sebuah wawancara pada tahun 2017, sebagaimana dikutip oleh Bloomberg.

Menjadi keturunan sosok politikus kelas berat memiliki keuntungannya sendiri. Di usia 20-an, Bongbong sudah menjabat sebagai gubernur provinsi Ilocos Norte, wilayah asal mereka yang berada sekitar 440 kilometer (273 mil) utara Manila.

Setelah kabur ke Amerika Serikat (AS) dan kembali ke Filipina pada tahun 1991 setelah kematian ayahnya, Marcos mengalami nasib politik yang beragam. Dia memenangkan kursi kongres, dan menjadi gubernur lagi, tetapi kalah dalam upaya pertamanya untuk posisi terpilih secara nasional, yakni perlombaan 1995 untuk Senat, sebelum memenangkan kursi pada 2010.

Pada tahun 2016, ia kalah tipis dalam pencalonannya untuk wakil presiden dari Leni Robredo, saingan utamanya dalam pemilihan presiden yang baru saja selesai, kemudian tidak berhasil memprotes hasilnya.

Latar belakangnya sendiri cukup kontroversial. Profil Senatnya awalnya menyatakan bahwa ia memiliki gelar Oxford dalam bidang filsafat, politik, dan ekonomi. Kritikus mengatakan dia memiliki diploma khusus yang tidak sesuai dengan gelar yang sebenarnya.

Pada Oktober lalu, pihak Universitas Oxford mengatakan bahwa Marcos tidak menyelesaikan gelarnya. Sejak itu situs web mengenai datanya telah diubah.

Kini Marcos Jr. bekerja sama dengan putri presiden Rodrigo Duterte, Sara, yang telah memenangkan kursi wakil presiden. Kerjasama keduanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari kelanjutan popularitas dari sosok ayah mereka.

Sara Zimmerman Duterte-Carpio
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading