Oleh-Oleh Misi Dagang Wamendag ke AS: Ekspor Baja Hingga GSP

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
25 November 2019 14:22
Wamendah melakuka misi dagang ke AS, apa hasilnya?
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akan segera memfinalisasi generalized system of preferences (GSP). GSP merupakan kebijakan yang meringankan bea masuk impor barang-barang tertentu dari negara berkembang ke Negeri Paman Sam, termasuk dari Indonesia.

Hal itu merupakan salah satu hasil dari pertemuan yang dilakukan perwakilan dari Kementerian Perdagangan Indonesia setelah melakukan misi dagang ke Amerika Serikat (AS) pada 16-21 November lalu.

"Kami bersama teman-teman Kemendag melakukan kunjungan ke AS dalam rangka melakukan kunjungan yang pada dasarnya untuk meningkatkan kerja sama antara RI-AS dan juga menyampaikan isu-isu penting dan berdiskusi dengan stakeholders di New York dan juga Washington D.C.," kata Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga di Kementerian Perdagangan, Senin (25/11/2019).




"Pada intinya kami menegaskan bahwa Indonesia ingin menjaga keseimbangan laju perdagangan dan...dalam hubungan RI-AS, kita tegaskan bahwa Indonesia ini negara penting, mitra penting, dan AS juga pada saat yang sama sampaikan hal itu. Sehingga Indonesia perlu mempertahankan GSP. Dan GSP ini kiranya dapat diaplikasikan dalam waktu dekat." Tambahnya.

Ia mengatakan bahwa pemerintah AS saat ini memberikan fasilitas GSP kepada 3.572 produk Indonesia. Tapi, dari jumlah tersebut, baru 836 produk yang sudah dimanfaatkan pelaku usaha di dalam negeri.

Jerry juga mengatakan bahwa dari pertemuan yang dilakukan dengan beberapa lembaga pemerintah serta perusahaan AS, juga dibahas mengenai ekspor baja. Saat ini industri baja dalam negeri sedang terpuruk karena serbuan impor, membuat produksi dalam negeri terbatas.

"Kami juga sampaikan soal ekspor baja. Itu tentunya salah satu yang menjadi dorongan, dan salah satu isu yang kita tetap maintain supaya ekspor baja tetap masif dan terus di-support sehingga meningkatkan ekspor kita ke AS." Jelasnya.

"Selain itu, kami sempat bertemu diaspora yang ada di sana. Tentu excited melihat progress di sana. Pada pertemuan ini kami menekankan visi misi dari Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) yang selama ini menekankan bagaimana kita bisa meng-create neraca perdagangan yang surplus, ekspor bisa mendominasi, dan juga menyampaikan progress penyelesaian perjanjian perdagangan internasional yang sudah jadi list kami," katanya.

Juga sempat dibahas soal keinginan keinginan kerja sama di bidang industri penerbangan yaitu Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Boeing berminat membuka (MRO) di Indonesia. Poin ini salah satu yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross ketika mengunjungi Indonesia pada 6 November 2019.

Kesemua penjajakan dan potensi kerja sama itu, bagian target pemerintah Indonesia dan AS meningkatkan perdagangan kedua negara mencapai US$ 60 miliar dalam 5 tahun ke depan atau meningkat 100%.


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading