Bank Ini Diterpa Keketatan Likuiditas & Berita Buruk

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
19 November 2019 14:05
Bank Ini Diterpa Keketatan Likuiditas & Berita Buruk
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tengah dirundung masalah. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebut BPR tengah mengalami permasalahan struktural, dari likuiditas sampai kabar buruk.

"BPR alami permasalahan struktural, cenderung lebih tinggi suku bunganya. LPS memperhitungkan ruang 2,5%, mereka ya kehidupannya seperti itu mengalami keketatan likuiditas," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah di Kantornya, Selasa (19/11/2019).

Ditambah, Halim mengatakan, risiko kredit untuk BPR juga makin tinggi karena adanya penurunan di bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR). "Itu jadi berita berat buat BPR karena mereka harus kreatif mencari debitur yang jadi khusus pasar mereka," terangnya.


Sejak periode 2005 hingga Juli 2019, LPS menangani 98 bank gagal dengan jumlah klaim mencapai Rp 1,4 triliun. Rinciannya, 96 BPR ditutup, satu bank umum ditutup dan satu bank umum yang diselamatkan.

Dari jumlah tersebut, jumlah BPR yang paling banyak dilikuidasi berada di Jawa Barat, yakni 34 bank, di Sumatera Barat ada 16 bank bermasalah.

Sebagai informasi, mengacu data OJK, hingga Agustus jumlah BPR di seluruh Indonesia sebanyak 1.579 BPR, atau berkurang 18 bank dari akhir Desember 2018 yakni 1.597 bank.

Secara nasional, hingga Agustus aset, dana pihak ketiga dan kredit industri BPR terus berkembang yaitu total aset industri BPR mencapai Rp 143,2 triliun (9,62% yoy), DPK sebesar Rp 97,9 triliun (10,82% yoy), dan kredit yang disalurkan sebesar Rp106,1 triliun (11,44% yoy).




[Gambas:Video CNBC]



(dru/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading