Pantesan RI Terancam Krisis Petani, Upah Kecil & Miskin Terus

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
15 November 2019 14:35
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan upah riil harian buruh tani pada Oktober 2019 naik 0,12% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi Rp 38.278. Kalau seorang buruh tani mendapatkan upah sebesar ini dan harus menghidupi keluarganya, maka niscaya mereka akan berada di bawah garis kemiskinan.

Sejatinya upah nominal buruh tani pada Oktober 2019 adalah Rp 54.515/hari. Namun dikurangi inflasi perdesaan, maka nilai riilnya menjadi Rp 38.278/hari.

Niscaya Bakal Miskin, Siapa yang Mau Jadi Petani?

Kalau seorang buruh tani bekerja 30 hari sebulan tanpa libur, maka dia akan menerima Rp 1.148.340. Memang relatif kecil, tetapi setidaknya masih di atas garis kemiskinan yang pada Maret 2019 sebesar Rp 313.232/kapita/bulan.



Namun kalau sang buruh tani sudah berumah tangga, situasinya akan berbeda. Dengan asumsi satu KK berisi empat orang, maka pendapatan keluarga buruh tani itu adalah Rp 287.085/kapita/bulan. Sudah di bawah garis kemiskinan.

Ini menjadi salah satu penyebab mengapa sektor pertanian semakin ditinggalkan. Rasional saja, siapa sih yang mau miskin?


BPS mencatat jumlah tenaga kerja di sektor pertanian pada 2018 adalah 38,7 juta orang. Dalam lima tahun terakhir, jumlah tenaga kerja di sektor ini terus menurun.



[Gambas:Video CNBC]

Sektor Pertanian Butuh Investasi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading