Mendag Agus Ungkap Penyebab India Rumit Masuk RCEP

News - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
08 November 2019 21:03
Mendag Agus Ungkap Penyebab India Rumit Masuk RCEP
Jakarta, CNBC Indonesia - India satu-satunya negara yang masih bermasalah dalam negosiasi perdagangan bebas Indo-Pasifik atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang rencananya melibatkan 16 negara. Saat ini hanya Perdana Menteri India Narendra Modi yang tersisa belum sepakat.

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan RCEP sudah disetujui sekitar 20 item dari 15 negara dan ditandatangani tahun depan. "Setelah itu kita ajukan ratifikasi ke DPR setelah ada kesepakatan masing-masing negara. Proses setelah masukan itu biasa 60 hari," kata Agus di Kemendag, Jumat (8/11).

Khusus India, menurut Agus masih perlu waktu karena item yang mesti diselesaikan ke domestik negara mereka cukup banyak.


"Bisa dibayangkan menyatukan 16 negara yang berbeda. Kita dengan 15 negara ini bisa mudah, tapi antara 15 negara itu di luar kita ini agak sulit, karena di luar kendali kita menyangkut masalah budaya domestik," katanya.



Di luar RECP, India dan India, sudah menyepakati relaksasi perdagangan untuk beberapa komoditas tertentu, seperti tarif impor minyak sawit dari Indonesia ke India yang dipangkas atau disamakan dengan sawit asal Malaysia, sehingga bisa kompetitif.

"Kita juga membahas beberapa pertukaran barang yang bisa diimpor dan mereka ingin kerja sama oleh kita antara lain farmasi, gula, beras dan sebagainya, kita akan sesuaikan di sana," katanya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi  tak memungkiri soal India satu-satunya yang masih bermasalah dalam negosiasi RCEP. Negosiasi RCEP diluncurkan para pemimpin ASEAN dan 6 negara lainnya dalam ajang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke 21 di Phnom Penh pada November 2012 dengan tujuan mencapai kemitraan ekonomi yang komprehensif dan saling untung.

RCEP mencakup 10 negara anggota ASEAN dan enam mitra dagang yakni China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru. Perjanjian ini akan menjadi area dagang bebas terbesar di dunia atau 4% dari perdagangan global.

Ketua Komisi Perundingan RCEP Iman Pambagyo pun mengungkapkan alasan India belum sepakat dalam negosiasi tersebut karena dianggap masih berhati-hati dan akan terlebih dulu mengkonsultasikan hal ini kepada pemerintahannya.

"India ada di working group tadi. Tapi setelah di bawa ke New Delhi, mereka katakan ada hal-hal yang masih sulit diterima. Jadi kami pikir akan di bawa ke domestik India," jelas Iman.

Adapun negara yang sudah menyelesaikan perundingan tersebut antara lain Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam plus Jepang, China, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru (hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading