RI Tetap Rayu India Masuk Perdagangan Bebas 16 Negara

News - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
16 December 2019 19:38
India masih belum mau bergabung ke dalam RCEP.
Jakarta, CNBC Indonesia - Penyelesaian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) menemui kendala. Dari 16 negara, hanya India menjadi satu-satunya negara yang belum menyepakati negosiasi saat KTT RCEP ke-3 di Bangkok, Thailand, awal November lalu.

Menurut Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo, Joint Leaders Statement (pernyataan bersama para pemimpin negara) saat itu menyebutkan bahwa India akan 'in' bila beberapa isu dapat diselesaikan.

Namun PM Moodi dalam pernyataannya mengatakan India keluar karena RCEP tidak dapat mengakomodir isu sensitif India. Di India, isu perdagangan bebas memang sensitif menyangkut kesepakatan antar negara bagian.


"India belum menyetujui, fatwanya begitu. India's issues atau keberatan India masih akan coba kita atasi pada kuartal pertama tahun depan," kata Iman Pambagyo dalam Dialog RCEP, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Iman mengatakan, dalam prosesnya, harus ada upaya ekstra bagi beberapa negara untuk menyelesaikan perundingan RCEP. Upaya 'mengajak' kembali India untuk menyetujui negosiasi diharapkan selesai pada 2020 mengingat 15 negara akan melakukan penandatangan perjanjian pada November 2020.

Dalam dialog tersebut, sempat terlontar pertanyaan dari audiens, bagaimana seandainya jika India pada akhirnya tetap tidak menandatangani perjanjian. Menanggapi itu, Iman mengaku sebagai Ketua Komite Perundingan Perdagangan (Trade Negotiating Committee/TNC) RCEP dia harus bersikap netral dan tidak mau berasumsi untuk hal tersebut.



"Saya selalu sampaikan kepada teman-teman, bahwa kita memulai ini berenam belas [negara] dan saya ingin mengakhirinya berenam belas juga," kata Iman.

RCEP diprakarsai oleh ASEAN pada November 2011 saat KTT ASEAN ke-19 di Bali. Indonesia merupakan inisiator RCEP. Semula ada 16 negara mitra, 10 negara ASEAN ditambah Australia, Selandia Baru, China, Jepang, India, dan Korea Selatan.

Perjanjian regional ini mencakup 48% populasi dunia dan jika 16 negara digabungkan maka total GDP mencapai 33% GDP dunia.

[Gambas:Video CNBC]


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading