Jokowi Kebut Bangun Tol, Cuma 28% Swasta yang Mau Investasi

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
06 November 2019 13:40
Pembangunan tol yang melibatkan swasta masih rendah pada periode pertama Jokowi.
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) begitu gencar membangun infrastruktur selama periode pertama pemerintahannya. Namun, di balik pembangunan besar-besaran itu, investasi swasta untuk jalan tol masih tergolong rendah, terutama untuk kerja sama pemerintah dan swasta public private partnership (PPP).

Hal ini terungkap dari data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dipaparkan dalam sebuah panel diskusi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (6/11/2019). Dalam data tersebut disebutkan bahwa pemerintah mengincar dana investor dari skema PPP untuk tol sebesar Rp 500 triliun untuk pembangunan ‎tol pada periode 2015-2019.

Dari target tersebut, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Eko D Heripoerwanto, mengaku realisasinya hanya 28%. Jumlah tersebut setara dengan Rp 142 triliun.


"Realisasi PPP (public private partnership) di PUPR 5 tahun kemarin masih rendah," ungkap Eko di sela diskusi.



Adapun skema PPP yang digalang selama 5 tahun tersebut, mampu merealisasikan pembangunan 43 proyek tol di berbagai daerah. Panjang ruasnya secara keseluruhan yang dibangun melalui PPP, membentang 985 Km selama 2015-2019.

Hal serupa juga terjadi di proyek sistem penyediaan air minum (SPAM). Dari target investasi Rp 20,15 triliun, realisasinya hanya 19% atau setara dengan 3,8 triliun. Swasta hanya tertarik menyuntikkan dananya pada 7 proyek SPAM.

"Kami mendorong realisasi lebih besar. Ada state guarantee model, pemerintah beri garansi dan dukungan. Ada bond issuance," papar Eko.
(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading