Erick Thohir Kawal Ketat Proyek Kereta Cepat Agar Tak Molor

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
05 November 2019 14:55
Menteri BUMN Erick Thohir mengawal ketat proses konstruksi proyek kereta cepat agar tak molor.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri BUMN Erick Thorir mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk task force atau tim satuan tugas untuk mengantisipasi keterlambatan operasi kereta cepat Jakarta-Bandung.

Adapun kata Erick satuan tugas itu langsung dipimpin oleh Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesi China (KCIC), Chandra Dwiputra.

"Kereta cepat kita udah bikin task force, dimana Dirut Kereta Cepat Pak Chandra langsung dan saya ubah konsepnya," ujar Erick di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (5/11/2019).


Erick menceritakan bahwa perubahan konsep itu salah satunya adalah siklus rapat, yang saat ini akan dilakukan setiap dua minggu sekali. Saat ini juga kata Erick tidak ada sistem hirarki.



"Per dua minggu, kalau isu-isu yang urgent. Tapi kalau yang financial bisa bulanan. Jadi, saya, Pak Wamen [Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo] dan semua direksi yang hadir, kita nggak ada pangkatnya," tuturnya.

"Jadi, pangkat yang tertinggi ya pimpinan task force-nya. Selama kita bisa mendukung hal-hal yang bisa kita laksanakan bersama," kata Erick.

Diharapkan dengan konsep yang ada saat ini, lanjut Erick, kereta cepat Jakarta-Bandung tak mengalami keterlambatan operasi. Agar nasibnya tidak seperti Moda Raya Terpadu [MRT] dan Lintas Rel Terpadu [LRT] yang juga sempat terhambat pembangunan infrastrukturnya.

"Kita pernah mengalami hal di MRT, waktu itu delay satu tahun. Lalu LRT Jakarta-Bogor juga delay. Nah ini kita coba yang kereta cepat ini jangan delay, karena itu akan disambung juga sampai ke Surabaya nantinya," paparnya.

"Jadi kalau yang ini [kereta cepat] semuanya delay dan kesempatan untuk masyarakat atau rakyat Indonesia bisa menjadi tempat percepatan ekonomi di sekitarnya kan jadi lambat juga," jelas Erick.

Hingga akhir September 2019, pembebasan lahan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 99,03%. Artinya, tidak sampai 1% semua lahan yang dibutuhkan sudah terbebas.

Secara keseluruhan, pembangunan fisik kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan rampung pada akhir 2020. Selanjutnya, pada pertengahan 2021 diharapkan kereta cepat Jakarta-Bandung sudah bisa beroperasi.

[Gambas:Video CNBC]


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading