Bos BPJS: Demi Kesehatan, Yuk Nabung Rp 6.000 per Hari!

News - Anisatul Ummah, CNBC Indonesia
01 November 2019 16:02
Bos BPJS: Demi Kesehatan, Yuk Nabung Rp 6.000 per Hari!
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengajak masyarakat untuk sadar pentingnya perlindungan kesehatan. Menurutnya jika dihitung secara harian, tidak terlalu banyak uang yang harus disisihkan masyarakat.

Biaya yang dikeluarkan untuk jaminan kesehatan menurutnya lebih murah dari pulsa.

Kelas 1 kira-kira Rp 5.000 - 6.000 per hari, kelas 2 Rp 3.000 - 4.000 per hari, dan kelas 3 kurang dari Rp 2.000 per hari.


"Yuk bangun kesadaran, sisihkan dana pemeliharaan kesehatan diri. Ada pilihan-pilihan pertama Rp 5.000 - 6.000 per hari," ungkapnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPJS Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Bos BPJS: Demi Kesehatan, Yuk Nabung Rp 6.000 per Hari!Foto: Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris


"Kesehatan perlu diproteksi. Jika sakit bisa terjamin secara financial, namun jika tidak amalkan untuk saudara-saudara yang membutuhkan. Jika tidak sanggup diangka Rp 6.000, masih ada pilihan-pilihan yang lebih murah."

Saat ini, sambung Fahmi pemerintah meng-cover sekitar 133 juta penduduk.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan aturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, Iuran BPJS Kesehatan naik 100%. Meski iuran naik menurutnya angkanya masih lebih rendah dari perhitungan para ahli. Tujuannya tentu untuk menutup defisit BPJS Kesehatan.

"Ini bisa menjadi narasi kita bersama menjelaskan rasionalisasi iuran. Jika kita lihat penyesuaian iuran tentu akan berdampak pada cash flow rumah sakit, sehingga tidak ada keterlambatan bayar," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini tidak menimbulkan kegaduhan. Jokowi menegaskan bahwa seluruh masyarakat Indonesia harus memahami betul bahwa pemerintah selama ini telah mengalokasikan subsidi melalui penerima bantuan iuran (PBI) senilai Rp 41 triliun.

"Ini angka besar sekali. Jangan sampai kesannya kita, ini kita sudah subsidi di APBN ini gede banget. Tapi kalau cara kita menjelaskan tidak pas. Hati-hati," kata Jokowi Kamis (31/10/2019).

[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading