Gaikindo: Penjualan Mobil Turun 12% Tahun Ini

News - Wahyu Daniel, CNBC Indonesia
29 October 2019 12:01
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi penjualan mobil tahun ini bakal turun 12%.
Jakarta, CNBC IndonesiaGabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi penjualan mobil tahun ini bakal turun 12%. Penurunan ini merata di semua segmen, baik itu kendaraan niaga maupun penumpang.

Demikian disampaikan oleh Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, dalam wawancara di program Profit CNBC Indonesia, Selasa (29/10/2019).

"Jadi penjualan turun dari proyeksi 1,1 juta menjadi 1 juta unit," katanya.


Tahun lalu, penjualan mobil di Indonesia mencapai 1,151 juta unit. Kalangan pengusaha berharap, terbentuknya kabinet baru bakal membuat pembangunan infrastruktur tetap berkelanjutan dan membutuhkan alat angkut darat, sehingga mendongkrak penjualan kendaraan.


Soal penurunan penjualan ini, Jongkie mengatakan, ada beberapa faktor yang memengaruhi seperti pertumbuhan ekonomi dan suku bunga acuan.

Suku bunga acuan ini memengaruhi besaran bunga kredit. "Kita tahun 70% penjualan otomotif di Indonesia adalah melalui kredit atau leasing. Kalau bunga tinggi berat untuk menyicil. Selain itu, stabilitas ekonomi juga berpengaruh," ujarnya.

Baca juga: Akhirnya Perpres Mobil Listrik Keluar, Ini Isinya
Baca juga: Sah! LCGC Tak Lagi Bebas Pajak Barang Mewah, Kena 3%


Dia juga berharap aturan pajak baru yang tertuang dalam Peraturan Presiden 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan, serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM dapat segera dibuat petunjuk pelaksanaannya dan petunjuk teknisnya.

PP 73 ini, ujar Jongkie, bisa membuat industri mobil sedan di dalam negeri bergairah. Bila produksi sedan meningkat, maka ekspor otomotif Indonesia bisa naik. Pasar ekspor mobil sedan cukup luas potensinya dan selama ini belum digarap Indonesia.


"Pasar ekspor harus kita bidik. Mendiversifikasi model di dalam negeri sehingga bisa melayani permintaan ekspor. Di Indonesia rata-rata produksinya itu MPV yang kurang disukai pasar ekspor, mereka maunya sedan," ujar Jongkie.

[Gambas:Video CNBC]




(wed/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading