Sah! LCGC Tak Lagi Bebas Pajak Barang Mewah, Kena 3%

News - Redaksi, CNBC Indonesia
24 October 2019 13:42
LCGC tak lagi bebas dari PPn BM.
Jakarta, CNBC Indonesia - Mobil murah alias low cost and green car (LCGC) akhirnya tak lagi kena fasilitas pembebesan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Mulai 2021 LCGC akan kena PPnBM sebesar 3% dari sebelumnya 0%.

Hal ini tertuang dalam dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM. Seperti dikutip dari detikcom, PP ini mengatur soal kelompok kendaraan bermotor roda empat hemat energi dan harga terjangkau (Low Cost Green Car atau LCGC).

Aturan ini ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober dan telah diundangkan sejak 16 Oktober 2019 oleh Plt. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Tjahjo Kumolo. Peraturan ini mulai berlaku setelah 2 tahun sejak diundangkan, artinya mulai berlaku 16 Oktober 2021.


LCGC dikenakan PPnBM 15 persen dengan Dasar Pengenaan Pajak sebesar 20 persen dari Harga Jual. Penjabarannya PPnBM tersebut dikalikan dengan dasar pengenaan pajak (DPP) menjadi 15% x 20% persen, sehingga didapat angka 3%.



Artinya, mobil-mobil LCGC sejak aturan tersebut dikeluarkan mulai dikenakan pajak sebesar 3%, asal memenuhi syarat konsumsi BBM paling rendah 20 km/liter atau tingkat CO2 yang dihasilkan sampai dengan 120 g/km untuk kapasitas isi silinder sampai dengan 1.200 cc.

Kemudian LCGC lainnya, untuk mesin bakar nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan konsumsi BBM paling rendah 21,8 km/liter dengan tingkat emisi CO2 sampai dengan 120 g/km, untuk kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 cc.

Pada aturan PPnBM sebelumnya PP No 41 tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM, PPnBM dengan dasar Pengenaan Pajak sebesar 0% untuk LCGC.
(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading