Internasional

Benarkah China Segera Copot Pemimpin Hong Kong?

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
24 October 2019 06:31
China dikabarkan akan mengganti pemimpin Hong Kong, Carrie Lam.
Jakarta, CNBC Indonesia- China dikabarkan akan mengganti pemimpin Hong Kong, Carrie Lam. Pasalnya, perempuan tersebut disebut tak becus menangani demo Hong Kong, yang terus terjadi selama berbulan-bulan.

Hal ini terungkap dari wawancara Financial Times ke sejumlah sumber. Bahkan rencana penggantian sudah disiapkan dan siap dieksekusi Maret tahun depan.


Sejumlah nama yang akan menggantikan Lam juga sudah santer beredar. Diantaranya Otoritas Moneter Hong Kong Norman Chan, dan Henry Tang, yang juga menjabat sebagai menteri keuangan dan kepala sekretaris administrasi wilayah.


Meski demikian, Beijing membantah laporan tersebut. Bahkan menyebut hal ini sebagai rumor politik dengan motif tersembunyi.

Benarkah China Segera Copot Pemimpin Hong Kong?Foto: (Foto AP / Mark Schiefelbein)


"Pemerintah pusat dengan tegas mendukung Pemimpin Eksekutif Carri Lam untuk mengakhiri kekerasan dan kekacauan serta memulihkan ketertiban secepat mungkin," katanya dikutip dari The Starits Times, Rabu (23/10/2019).

Sebelumnya pada bulan September lalu Lam pernah diisukan ingin mengundurkan diri dari jabatannya. Namun kemudian ditentang Lam.


ia mengatakan tidak pernah meminta pemerintah China untuk membiarkan dia mengundurkan diri untuk mengakhiri krisis politik di kota yang dikuasai China itu.

Demo Hong Kong sudah terjadi sejak pertengahan Juni lalu, di mana ratusan ribu orang turun ke jalan hampir tiap akhir pekan hingga saat ini. Demo bermula dari rencana diberlakukannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi yang memungkinkan pelaku kriminal dikirim dan diadili di China.

RUU tersebut dianggap menekan kebebasan Hong Kong, oleh karenanya sangat ditentang. Sebulan setelahnya, Lam menangguhkan RUU tersebut. Namun, demo terus terjadi hingga menuntut berbagai hal lainnya termasuk pengunduran diri Lam.

Sementara itu di pihak China, pemerintahnya membantah tuduhan telah mengikis kebebasan yang diberikan pada tahun 1997 terhadap Hong Kong.

Mereka juga menyalahkan negara-negara asing seperti Amerika Serikat dan Inggris karena telah menghasut warga Hong Kong untuk menciptakan kerusuhan.

[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading